INDONESIA Laporkan 25 Kematian Akibat Corona, Presentasi Matinya Pasien Tertinggi, Melebihi Italia
Kematian pasien virus Corona di Indonesia terus bertambah setiap hari, begitu juga dengan masyarakat yang dinyatakan positif virus tersebut meroket.
INDONESIA Laporkan 25 Kematian Akibat Corona, Presentasi Matinya Pasien Tertinggi, Melebihi Italia
Kematian pasien virus Corona di Indonesia terus bertambah setiap hari, begitu juga dengan masyarakat yang dinyatakan positif virus tersebut meroket. Bahkan, presentasi kematian pasien ini melebihi Italia.
TRIBUN-MEDAN.com - Mengejutkan angka kematian virus Corona di Indonesia kian tinggi, pada Kamis (18/3/2020) dilaporkan ada 227 kasus dengan 19 kematian dan 11 orang dinyatakan pulih.
Jumlah tersebut tentu saja mengejutkan masyarakat, apalagi Indonesia disebut sebagai negara dengan presentase kematian tertinggi yaitu mencapai 8,37 persen, melebihi Italia yang 8,34 persen.
Melihat presentase kematian seperti itu, Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH, merasa tidak terkejut.
Menurut dia, permasalahan utamanya adalah besar kemungkinan Indonesia mengalami under-diagnosis. Bila lebih banyak kasus bergejala ringan ditemukan, tentu presentase kematian akan menurun.
• Menteri Kesehatan Jatuh, Kelelahan Urus Wabah Virus Corona yang Semakin Ganas
• Kesaksian Dokter Pasien Virus Corona Sembuh, Mengobati Diri Makan Sup dan Konsumsi Paracetamol
Oleh sebab itu, menjadi besar kemungkinan angka dipenyebut atau jumlah kasus terlalu kecil, sehingga presentase kematian dengan jumlah kasus menjadi tinggi angkanya.
"Jadi proporsi yang meninggal saya rasa enggak setinggi itu. Dengan kata lain, angka kematian tinggi mungkin bukan karena virusnya lebih ganas, tapi kitanya yang kurang "ganas" mencari orang-orang yang sakit Covid-19," ujarnya.
Panji pun menambahkan bahwa pada saat ini, kita tidak mengetahui secara pasti dan terperinci tentang hal-hal atau indikator yang berkaitan, dan tidak ada angka yang benar bisa diandalkan.
• Cara Singapura Tekan Virus Corona, Kuncinya Transparan, dan Hebatnya tak Ada Warga Meninggal
Prediksi ke Depan
Lantas, bagaimana prediksi tren angka kasus dan kematian mendatang di Indonesia?
Panji menuturkan bahwa tren ke depannya, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 akan meningkat, bahkan bisa jadi pesat jumlahnya.
Akan tetapi, perihal kematian, masih banyak faktor yang membuat angka prevalensi kematian akibat virus SARS-COV-2 ini terjadi.
Setidaknya Panji menyebutkan bahwa ada tiga hal yang bisa menjadi faktor kunci untuk menekan prevalensi kematian akibat Covid-19 ini.
Pertama, tergantung apakah kelompok yang punya risiko meninggal lebih tinggi akan banyak yang sakit, misalnya lansia.
• Profil Artis Cantik Berdarah Aceh-Polandia, Bintangi Puluhan FTV, dan 4 Layar Lebar
"Kalau lansia banyak yang sakit, ya angka kematian bisa tinggi," kata dia.
Kedua, tergantung secepat apa pasien ditangani. Hal ini juga tergantung secepat apa Indonesia bisa mendiagnosis pasien. Semakin cepat terdiagnosis, maka kemungkinan kematian bisa dihindari semakin tinggi.
Ketiga, tergantung seberapa kewalahan sistem kesehatan Indonesia.
Sebagian pasien Covid-19 ini akan membutuhkan fasilitas khusus seperti ventilator dan perawatan di ruang ICU yang jumlahnya sangat terbatas. Jika pasien dengan kebutuhan ini tidak mendapatkan fasilitas lengkap itu, maka kemungkinan kematian juga tentu meningkat.
Catatan redaksi: update jumlah kasus positif dan kematian akibat virus corona di Indonesia per tanggal 19 Maret 2020 menjadi 309 kasus dengan 25 kematian. Ini membuat presentase kematian akibat corona di Indonesia turun ke 8 persen.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Presentase Kematian Corona Indonesia Capai 8,4 Persen, Ini Kata Ahli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jumlah-meninggal-melonjak-drastis-dalam-sehari-yurianto-sebut-penyebabnya-ada-di-rs-belum-melapor.jpg)