Pulang dari Luar Negeri, Sekeluarga Positif Corona, Sang Ayah Karyawan Telkom Meninggal Dunia
Karyawan Telkom yang pasien PDP yang meninggal dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Karyawan Telkom yang meninggal akibat corona itu sempat disebut negatif terjangkit virus corona. Namun belakangan, pasien PDP yang meninggal dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
TRIBUN-MEDAN.com - Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah menjelaskan pegawai PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) positif virus corona yang meninggal dunia dipastikan telah menulari istri dan anaknya.
Keduanya kini telah dinyatakan positif virus corona.
Mereka tertulari diduga berawal dari pegawai telkom yang suspect sepulang dari perjalanan dinas ke luar negeri.
Sebelum meninggal, sosok suspect itu sempat dirawat di Kabupaten Bekasi.
TONTON JUGA:
Selanjutnya, kepala keluarga tersebut sempat mencari pengobatan alternatif ke Kabupaten Cianjur sejak akhir Februari hingga awal Maret.
• Pasien Berstatus PDP Corona yang Meninggal di RSUP Adam Malik Adalah Dokter Spesialis Paru
Kendati demikian, kondisi pria tersebut terus menurun dan dilarikan ke Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH).
Hingga akhirnya, pasien dalam pengawasan (PDP) itu meninggal dunia pada 3 Maret 2020.
Berdasarkan hasil tes awal, ia sempat dinyatakan negatif Corona.
Namun, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan kondisi terakhir mendiang yang dinyatakan terinfeksi virus corona.
"Satu warga Bekasi di Cianjur meninggal dunia, istri dan anak pasien di Bekasi (tersebut) juga terindikasi positif," tegas Ridwan Kamil pada Minggu (15/3/2020).
Pernyataan Ridwan Kamil itu turut dibenarkan oleh Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah.
"Iya (positif), kontak dekat istri dan anak yang meninggal di Cianjur," ujar Alamsyah pada Senin (16/3/2020).
Kondisi istri dan anak
Alamsyah menjelaskan, saat ini istri dan anak pegawai Telkom itu menjalani perawatan di Rumah Sakit (RSHS) Hasan Sadikin Bandung.
Ilustrasi virus corona (Shutterstock via Kompas)
Alamsyah memastikan, selain bapak yang meninggal, istri dan anaknya yang positif Corona, hingga saat ini belum ada lagi yang positif.
"Selain 3 yang positif, tidak (belum) ada lagi," ucap Alamsyah.
• Seorang Warga Dairi yang Baru Pulang dari Malaysia Alami Demam Tinggi, Telah Dibawa ke RS Adam Malik
Respons Kementerian BUMN
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya buka suara soal pegawai PT Telekomunikasi Indonesia Tbk alias Telkom yang meninggal akibat virus corona.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, karyawan Telkom lainnya yang terlanjur berhubungan telah melakukan karantina diri (self quarantine).

"Untuk yang Telkom kalau sudah (berinteraksi) langsung dilakukan orang-orang yang memang berhubungan dengan lingkungan kerja dia itu langsung bisa dilokalisir self quarantine, karantina diri sendiri," kata Arya dalam keterangannya, Sabtu (15/3/2020).
Arya menuturkan, pihaknya bakal terus memantau orang-orang yang mengkarantina diri tersebut.
Untuk memastikan keamanan dan kebersihan, perusahaan telah melakukan sterilisasi lingkungan kerja.
"Tempat kerja dia pun sebenarnya walaupun kemarin dikatakan negatif kita sudah langsung lakukan pembersihan juga. Kita sudah antisipasi sebelumnya juga," sebut Arya.
Sebelumnya diberitakan, karyawan Telkom yang meninggal akibat corona itu sempat disebut negatif terjangkit virus corona.
Kementerian Kesehatan juga memastikan pasien suspect virus corona yang merupakan karyawan Telkom dan meninggal di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat, tidak terjangkit virus corona.
Namun belakangan, pasien PDP yang meninggal dinyatakan positif terinfeksi virus corona.(*)
• Imbas Covid-19 Bagi Hotel Sekitar Airport, Tingkat Hunian Turun hingga 35 Persen
• Pasien Berstatus PDP Corona yang Meninggal di RSUP Adam Malik Adalah Dokter Spesialis Paru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/karyawan-telkom-suspect-corona-meninggal.jpg)