Virus Corona

Melihat Kondisi Negara Tetangga, Malaysia Langsung Lockdown 2 Pekan, Singapura Terhuyung-huyung

Terkait hal ini, sejenak melihat kondisi negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Mulai hari ini, Rabu (18/3/2020), Malaysia lockdown 2 Minggu

Istimewa
Malaysia lakukan lockdown karena virus corona, bagaimana kondisi Singapura yang banyak membeli kebutuhan pokok dari Malaysia? 

"Melarang komuter harian pada dasarnya akan memotong hampir sepersepuluh tenaga kerja Singapura, merugikan industri manufaktur dan jasa," kata Chua Hak Bin, seorang ekonom senior di Maybank di Singapura kepada Bloomberg.

Singapura sudah menghadapi resesi karena gangguan terkait virus pada sektor perdagangan dan pariwisata.

Maybank memperkirakan bakal terjadi kontraksi 0,3% pada produk domestik bruto (PDB) Singapura pada tahun 2020, dengan potensi penurunan yang lebih parah jika penutupan Malaysia berdampak lebih besar pada perekonomian.

"Malaysia dan Singapura masih tergabung dalam tren oleh geografi dan sejarah," kata Chua.

"Lockdown Malaysia, terutama pada perjalanan dan bisnis yang tidak penting, dapat memiliki efek buruk pada perekonomian Singapura."

Persediaan makanan

Singapura mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya sedang bekerja dengan perusahaan untuk menemukan solusi sehingga bisa menampung karyawan mereka asal Malaysia.

Singapura akan bekerjasama dengan hotel, asrama, unit perumahan publik dan apartemen pribadi untuk menawarkan pilihan yang terjangkau.

"Pemerintah sedang mencari jalan untuk memberikan dukungan keuangan bagi perusahaan yang perlu segera mengakomodasi pekerja mereka yang terkena dampak," kata Kementerian Tenaga Kerja dalam sebuah pernyataan.

"Kami akan memprioritaskan kebutuhan perusahaan yang menyediakan layanan penting seperti perawatan kesehatan, keamanan, pembersihan, pengelolaan limbah, manajemen fasilitas, logistik dan transportasi.”

Orang-orang berbelanja di supermarket di tengah kekhawatiran gangguan pasokan bahan baku saat lockdown di Subang Jaya, Malaysia, 17 Maret 2020.
Orang-orang berbelanja di supermarket di tengah kekhawatiran gangguan pasokan bahan baku saat lockdown di Subang Jaya, Malaysia, 17 Maret 2020. (PHOTO: REUTERS via Straittimes)

Cut-off juga mengancam untuk memukul pasokan makanan di Singapura, yang bergantung pada Malaysia untuk sejumlah besar buah-buahan dan sayuran.

Namun, pejabat Singapura pada hari Senin meyakinkan warga kota bahwa mereka tidak akan kehabisan makanan dan persediaan karena konsumen bergegas untuk menumpuk bahan makanan.

"Meskipun itu tak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya, saya kira kita hanya harus menunggu dan menilai mengingat itu hanya selama dua minggu," dan harus ada persediaan makanan yang cukup untuk menutupi periode itu, Selena Ling, kepala penelitian dan strategi di Oversea Chinese Banking Corp di Singapura, mengatakan dalam sebuah email kepada Bloomberg.

Ling memperkirakan, bakal terjadi kontraksi 0,9% year-on-year untuk pertumbuhan PDB kuartal pertama Singapura. "Tetapi risikonya adalah kontraksi akan terjadi juga pada kuartal kedua."

Singapura Hadapi Lockdown Malaysia

Sumber: Warta kota
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved