Imbauan Uskup Agung Medan untuk Pencegahan Virus Corona (COVID-19)

Umat Allah yang terkasih, melalui surat ini kami ingin mengingatkan kepada segenap umat Allah, supaya kita tidak terlalu takut

Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Uskup Agung Mgr Kornelius Sipayung OFMCap (kanan) 

Penerimaan Komuni Kudus, hanya dengan tangan saja.

Salam Damai dengan bersalaman atau kontak fisik lain, tidak dianjurkan oleh Imam pemimpin misa, dan sebaiknya segenap umat dapat memaklumi dengan tidak melakukan jabat tangan juga.

Berkat untuk anak-anak Asmika/Areka, untuk sementara ditiadakan.

Kepada segenap Imam terkasih pemimpin misa, juga kepada para Prodiakon hendaknya
semakin meningkatkan diri dalam kebersihan terutama ketika membagi komuni kudus, dan hal
lain yang dianggap bijak.

Pembasuhan Kaki pada Hari Raya Kamis Putih hendaknya ditiadakan. Pastor hendaknya
mencari cara yang paling tepat sesuai dengan kondisi paroki kita masing-masing.

Sebagai antisipasi untuk penghormatan salib pada Jumat Agung, 10 April 2020, hendaknya
mencium corpus Kristus ditiadakan. Pelaksanaannya dapat mengacu kepada Buku Tata
Perayaan Trihari Paskah yang dikeluarkan oleh komisi liturgi KAM hal. 55.

Menyangkut kebiasaan yang kurang baik, tetapi juga dalam usaha menciptakan kebiasaan yang baik
saat ini dan di masa mendatang, kami juga menganjurkan kepada segenap umat Allah untuk marilah kita meningkatkan kebersihan lingkungan kita, terutama di rumah, di gereja, di aula, maupun di pastoran. Baiklah Dewan Pastoral Paroki sebanyak mungkin menyediakan hand
sanitizer atau sabun cuci tangan dengan air yang mengalir di tempat-tempat tersebut di atas.

Marilah juga kita meningkatkan kebersihan pribadi masing-masing dengan lebih sering
mencuci tangan, terutama sesudah pulang ke rumah.

Marilah kita juga jujur dengan riwayat perjalanan (kesehatan) kita. Apabila kita mengalami
gejala flu berat, hendaknya kita langsung cepat ke dokter. Semakin cepat kita jujur,nyawa kita
akan cepat tertolong dan tidak menularkan kepada orang lain.

Marilah kita mencegah penularan melalui batuk dan bersin. Semua orang harus melakukan
etiket batuk/bersin yang benar, yaitu menutup mulut/hidung dengan lipatan siku bagian dalam,
Bukan dengan telapak tangan. Jika harus membuang ingus atau dahak, lakukan ke dalam tisu
dan langsung dibuang di tempat sampah, lalu jangan menyentuh bangku/tempat berlutut karena
virus di tangan bisa pindah ke sana dan menulari orang lain yang menyentuhnya.

Marilah kita menyadari bahwa menyentuh mulut dan mata kita secara tidak sadar juga dapat
menularkan Covid -19 ini, maka menjaga kebersihan tangan, terutama jari, menjadi sangat
penting dari biasanya.

Marilah kita memakai waktu berkumpul/ bersama se-efektif mungkin, dengan kata lain hindari
waktu bersama yang terlalu lama.

Dengan berat hati juga kami menganjurkan supaya rapat/pertemuan yang melibatkan banyak umat sedapat mungkin dihindari; hendaknya dicari cara-cara lain, untuk menyampaikan
informasi yang penting kepada segenap umat di Paroki.

Hal-hal lain yang perlu diputuskan yang tidak tercantum dalam anjuran ini, baik menyangkut
liturgy maupun kebiasaan praktis, hendaknya dibicarakan bersama dengan Dewan Pastoral
Paroki dengan bijaksana.

Kami menyadari bahwa menghilangkan sementara kebiasaan-kebiasaan dalam liturgi maupun kebiasaan-kebiasan dalam kehidupan sehari-hari, bukanlah hal yang mudah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved