Seorang Dokter Amerika Temukan Vaksin Corona, Telah Diuji Coba dan Butuh 18 Bulan untuk Dipasarkan
Kabar gembira, seorang dokter di Amerika Serikat sudah menemukan vaksi Corona dan telah dilakukan uji coba terhadap 45 orang secara sukarela.
Seorang Dokter Amerika Serikat Temukan Vaksin Corona, Telah Diuji Coba dan Butuh Waktu 18 Bulan untuk Dipasarkan
Kabar gembira, seorang dokter di Amerika Serikat sudah menemukan vaksi Corona dan telah dilakukan uji coba terhadap 45 orang secara sukarela. Adapun, cara kerja vaksi akan terlihat setelah beberapa bulan kemudian.
TRI BUN-MEDAN.com - Amerika Serikat (AS) menglaim seorang dokternya berhasil menemukan vaksin Corona dan sudah dilakukan uji coba pertama terhadap 45 orang.
Tim dokter sudah menyuntikkan vaksi kepada 45 orang yang bersedia diuji coba pada fasilitas penelitian Kaiser Permanente, Seattle.
Dilansir dari BBC, vaksin ini mengandung kode genetik yang tidak berbahaya yang disalin dari virus yang menyebabkan penyakit.
• Waduh Gawat Virus Corona Akibatkan Pelaksanaan SKB CPNS Ditunda, Ini Penjelasan Pemerintah
• Wabah Virus Corona Makin Gawat, Wali Kota Bogor, Isteri dan Sejumlah Pejabat Berstatus ODP
Meski begitu, para ahli mengatakan, masih perlu waktu berbulan-bulan untuk membuktikan apakah vaksin ini akan bekerja, baik dalam penelitian maupun orang lain.
Waktu selama itu diperlukan sebagai studi tambahan dari ribuan orang untuk mengetahui apakah vaksin benar-benar melindungi dan tidak membahayakan.
Uji coba pertama pada manusia ini didanai oleh Institut Kesehatan Nasional untuk menghindari pemeriksaan yang biasanya dilakukan.
Moderna Therapeutics, perusahaan bioteknologi asal Massachussets di balik vaksin ini, mengklaim bahwa vaksin telah dibuat dengan proses yang telah diuji.
Kemudian Dr John Tregoning, seorang ahli penyakit menular di Imperial College London, Inggris, mengatakan, "Vaksin ini menggunakan teknologi yang sudah ada sebelumnya."
"Vaksin ini dibuat dengan standar yang sangat tinggi, menggunakan hal-hal yang kita tahu aman untuk digunakan pada orang-orang, dan mereka yang mengambil bagian dalam uji coba akan sangat dipantau."
"Ya, (pembuatan vaksin) sangat cepat, karena ini adalah perlombaan melawan virus, bukan melawan sesama ilmuwan, dan itu dilakukan untuk kepentingan kemanusiaan," terang Dr Tregoning dikutip dari BBC.
• Pasien Virus Corona Menangis Selama Dikarantina, Ungkapkan Rasa Kesedihan saat Privasi Diobok-obok
Biasanya vaksin untuk virus, seperti campak, dibuat dari virus yang dilemahkan atau dibunuh.
Namun, vaksin corona berkode mRNA-1273 ini tidak dibuat dari virus yang menyebabkan Covid-19, tetapi dari segmen pendek kode genetik yang disalin dari virus yang dibuat para ilmuwan di laboratorium.
Diharapkan vaksin ini bisa meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi virus corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/16032020_tenda_isolasi_danil_siregar.jpg)