Pemerintah Indonesia Klaim Mampu Gelar Tes Virus Corona Masal Seperti yang Dilakukan Korea Selatan

"Jadi kalau mau massal sekarang silakan sekarang datang saja ke dokter. Nanti dokter kan akan nanya perlu diperiksa (Covid-19) atau enggak," ucap Yuri

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas medis merapikan perlengkapan di tenda isolasi suspect corona di Rumah Sakit Putri Hijau, Medan, Senin (16/3/2020). Tenda isolasi tersebut untuk mengantisipasi adanya pasien suspect COVID-19. 

Pemerintah Indonesia Klaim Mampu Gelar Tes Virus Corona Masal Seperti yang Dilakukan Korea Selatan

TRIBUN-MEDAN.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto mengklaim bahwa Indonesia mampu menggelar tes virus corona ( Covid-19) masal seperti yang dilakukan pemerintah Korea Selatan.

"Memungkinkan kalau diperlukan," ujar Yuri kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2020).

Yuri mengatakan, Indonesia mampu seperti Korea Selatan untuk mendeteksi virus corona secara massal ataupun melalui metode rapid testing.

Namun, menurut dia saat ini Indonesia belum memerlukan pemeriksaan massal semacam itu.

"Karena yang ada masih bisa ditangani kok," lanjut dia.

Yuri menjelaskan, di Indonesia pemeriksaan Covid-19 dilakukan atas permintaan dokter untuk melihat apakah pasein yang memiliki indikasi Covid-19 perlu diisolasi atau tidak.

Sehingga, permintaan tersebut bukan berasal dari pasien.

"Jadi kalau mau massal sekarang silakan sekarang datang saja ke dokter. Nanti dokter kan akan nanya perlu diperiksa (Covid-19) atau enggak," ucap Yuri.

Diberitakan, Korea Selatan mampu mengadakan uji virus corona sebanyak 10 ribu per hari.

Pemerintahnya bahkan telah membuat drive-thru testing clinic yang mampu mendeteksi virus corona dalam waktu kurang dari 10 menit.

Drive-thru testing clinic sejauh ini mampu mengurangi penggunaan waktu pemeriksaan sampai sepertiga dari 24 jam, yakni sebanyak 8 jam.

Respon cepat ini memungkinkan Korsel mendeteksi lebih dari 6.000 pasien virus corona, di mana sekitar 35 orang di antaranya meninggal.

Korea Selatan tepat dalam penanganan virus corona.

Sejak kasus pertama diumumkan pada 20 Januari silam, pemerintah Korea Selatan kerap mengumumkan angka kesembuhan lebih sering dibandingkan angka kasus infeksi baru.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved