FAKTA BARU, Pasien yang Meninggal di Cianjur Ternyata Positif Corona, Istri dan Anak juga Positif

Teka-teki tentang warga Bekasi yang meninggal di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat, pada 3 Maret silam akhirnya terungkap.

Editor: Juang Naibaho
freepik
FAKTA BARU, Pasien yang Meninggal di Cianjur Ternyata Positif Corona, Istri dan Anak juga Positif. Ilustrasi virus corona. (freepik) 

Laporan Wartawan Tri bun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRI BUN-MEDAN.com - Teka-teki tentang warga Bekasi yang meninggal di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat, pada 3 Maret silam akhirnya terungkap.

Pasien berinisial D (55) tersebut, ternyata positif terinfeksi virus Corona atau (Covid-19).

Adapun Bupati Cianjur saat itu mengungkapkan bahwa hasil tes D negatif virus Corona.

Kabar terbaru tentang D yang ternyata terinfeksi virus Corona, diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Bandung, Minggu (15/3/2020).

Ridwan Kamil mengumumkan bahwa ada tujuh pasien di Jabar positif terinfeksi virus corona, Minggu (15/3/2020).

Para pasien itu kini sudah diisolasi di sejumlah rumah sakit, dan satu di antaranya sudah meninggal dunia sebelum dinyatakan positif.

"Ini yang di Cianjur, yang meninggal dunia, yang dulu disampaikan Pak Bupati Cianjur, ternyata data terakhirnya positif," kata Ridwan Kamil.

Dikatakan Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dari tujuh pasien positif virus corona tersebut, dua di antaranya adalah warga Kabupaten Depok, yakni pasien kasus pertama dan kedua di Indonesia.

Pasien selanjutnya adalah warga Kabupaten Bekasi yang meninggal di rumah sakit di Cianjur pada 3 Maret lalu, yang sempat dinyatakan negatif.

Dua pasien yang dinyatakan positif lainnya adalah warga Kabupaten Bekasi, yakni istri dan anak dari D, pasien yang meninggal di Cianjur tersebut.

Satu pasien positif lainnya adalah warga Kota Bandung.

Pasien lainnya yang terinfeksi virus Corona, adalah pasien yang dirawat di RSUD Sunan Gunung Jati Cirebon.

Terpisah, Kepala Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19, Kabupaten Bekasi, Alamsyah, mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih berpegang pada data hasil pemeriksaan yang menyatakan pasien D negatif corona.

"Kalau data yang kami pegang masih yang lama, yang menyatakan pasien negatif corona," kata Alamsyah saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2020).

Namun terkait dengan hasil pemeriksaan medis bahwa, istri dan anak D positif terinfeksi virus corona, hal itu merupakan masih dalam tahap pendalaman asal penularannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved