Anggota DPR Desak Nadiem Liburkan Sekolah, Wabah Virus Corona Makin Gawat di Indonesia
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim diminta mempertimbangkan penutupan sementara sekolah demi mencegah virus Corona
Anggota DPR Desak Nadiem Liburkan Sekolah, Wabah Virus Corona Makin Gawat di Indonesia
Anggota Komisi X DPR RI Irine Yusiana Roba Putri mengatakan skenario ini perlu dilakukan seiring bertambahnya warga negara Indonesia yang positif terinfeksi virus corona setiap hari.
TRIBUN-MEDAN.com- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim diminta mempertimbangkan penutupan sementara sekolah demi mencegah penyebaran virus corona.
Anggota Komisi X DPR RI Irine Yusiana Roba Putri mengatakan skenario ini perlu dilakukan seiring bertambahnya warga negara Indonesia yang positif terinfeksi virus corona setiap hari.
"Kalau wabah corona ini semakin meluas, Pak Nadiem juga harus mempersiapkan skenario seperti penutupan sementara untuk sekolah dan kampus," ujar Irine, dalam keterangannya, Kamis (12/3/2020).
• Virus Corona di Indonesia Sempat Jadi Misteri, Pemerintah Ungkap Asal Mula 27 Pasien Bisa Tertular
Dia menegaskan skenario tersebut tak ubahnya mitigasi terhadap bencana non-alam. Dan mitigasi ini bukan berarti dapat dianggap sebagai sikap panik pemerintah.
Irine menilai yang terpenting saat ini adalah mencegah penyebaran virus corona agar tak semakin banyak yang terinfeksi positif.
"Itulah mengapa banyak negara melakukan lockdown atau karantina, mengurangi acara kumpul banyak orang, dan lain-lain. Ini bukan panik, tapi langkah yang masuk akal untuk dilakukan," jelasnya.
Menurutnya, skenario yang bisa diterapkan yakni mengganti kelas fisik dengan kelas online atau tugas di rumah.
Bahkan beberapa sekolah internasional di Jakarta saat ini sudah mengganti pengajaran kelas fisik dengan kelas online, seperti halnya beberapa institusi pendidikan di luar negeri.
• Mendikbud Nadiem Makarim Akan Bubarkan PTN dan PTS yang Tak Terakreditasi
"Saya meminta Menteri Pendidikan untuk mulai mengkomunikasikan skenario mitigasi seperti itu.
Saya percaya, sebagai inovator Pak Nadiem bisa melakukan inovasi pendidikan seperti itu," kata dia.
Politikus PDI Perjuangan tersebut mengatakan Nadiem harus memikirkan pula skenario lain bagi sekolah dan kampus di luar Jawa yang kemungkinan tidak memiliki infrastruktur teknologinya sebaik di Jawa.
"Jadi tidak harus kelas online real time.
Bisa misalnya siswa mengumpulkan tugas kepada guru melalui email atau WhatsApp.
Toh selama ini siswa dan guru sudah biasa berinteraksi lewat aplikasi chat.
Ini hanya salah satu pilihan saja," ujar Irine.
WHO Tetapkan Corona Pandemi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan wabah Covid-19 sebagai pandemi global.
Hal ini diumumkan Rabu (11/3/2020) malam.
Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 126.000 orang di 123 negara, dari Asia, Eropa, AS, hingga Afrika Selatan.
"Dalam dua minggu terakhir jumlah kasus di luar China telah meningkat tiga belas kali lipat dan jumlah negara yang terkena dampak meningkat tiga kali lipat," kata Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesusus dalam konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa.
"Dalam beberapa hari hingga minggu ke depan, kami melihat kemungkinan jumlah kasus, jumlah kematian, dan jumlah negara terdampak akan melonjak lebih tinggi," imbuhnya dilansir CNBC, Kamis (12/3/2020).
Tedros mengatakan, beberapa negara telah mampu menekan dan mengendalikan wabah.
Namun, dia juga marah pada beberapa pemimpin negara yang gagal bertindak cepat untuk menahan penyebaran.
"Kami sangat prihatin dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan, dan juga pencegahan yang lamban.
Padahal kami telah 'membunyikan alarm' yang keras dan jelas," ujar Tedros sebelum menyatakan Covid-19 sebagai pandemi.
Di akhir Februari lalu, Korea Selatan masih menjadi negara di luar China dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia.
Kini, angka penularan kasus di China dan Korea Selatan telah menurun secara signifikan.
Namun, beberapa negara justru melonjak tajam, salah satunya Italia yang kini menjadi negara di luar China dengan kasus Covid-19 terbanyak.
Kurangnya tekad
"Semua negara masih dapat mengubah arah pandemi ini.
Beberapa negara sedang berjuang dengan kapasitas yang kurang.
Beberapa negara berjuang dengan kekurangan sumber daya.
Beberapa negara berjuang dengan tekad yang kurang," kata Tedros.
Menurut para pakar kesehatan global, dengan meningkatkan status Covid-19 sebagai pandemi global, maka akan ada konsekuensi politik dan ekonomi.
Lebih lanjut, hal ini dapat mengguncang pasar global yang saat ini sedang rapuh dengan pembatasan perjalanan dan perdagangan yang lebih ketat.
Jumlah kasus dan kematian berubah setiap jam, melampaui sedikitnya 126.141 dengan 4.627 kematian di seluruh dunia pada Kamis pagi, menurut data yang dikumpulkan World Meter untuk virus corona.
Italia memiliki kasus terbanyak di luar China dengan sekitar 12.462 infeksi, diikuti Iran dengan 9.000 infeksi, dan Korea Selatan 7.775 infeksi.
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menteri Nadiem Diminta Liburkan Sekolah demi Cegah Penyebaran Corona dan dari Kompas.com dengan judul "WHO Resmi Sebut Virus Corona Covid-19 sebagai Pandemi Global",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mendikbud-nadiem-makarim-buka-bukanan-un-atau-ujian-nasional-nasib-un-2020-penentu-kelulusan.jpg)