Seorang Nelayan Nyaris Jadi Santapan Buaya Saat Menjala Udang di Sungai
Namun, pada saat korban hendak mengambil udang di jala dalam air, tiba-tiba buaya langsung menggigit lengan korban.
"Parit Balil itu kayak kanal gitu, muara ke Sungai Gaung. Di Sungai Gaung itu memang banyak buaya liar karena di situ habitatnya," sebut Hansen.
Bahkan, menurut dia, warga setempat juga sudah mengetahui kawasan itu tempat hewan buas dilindungi.
Oleh karena itu, Hansen mengimbau masyarakat setempat untuk lebih waspada ketika beraktivitas di sungai tersebut.
Nelayan juga disarankan apabila mencari ikan atau udang harus membawa kawan minimal satu orang.
Sebab, kata Hansen, sebelumnya juga sudah ada kejadian warga yang diterkam buaya di lokasi yang sama.
• Azriel dan Aurel Hermansyah Akhirnya Angkat Bicara, Ungkap Alasan Tak Mau Tinggal dengan Krisdayanti
• 4 Tahun Tanpa Istri, Tukul Arwana Tak Takut Besarkan Anaknya Sendiri: : Saya Nyari Uang Halal!
Konflik satwa vs manusia
"Ini kejadian yang kedua kali di tempat yang sama. Sebelumnya awal Februari 2019 lalu. Korban juga seorang nelayan yang diterkam dibagian kaki. Dan korban juga selamat waktu itu," sebut Hansen.
Sementara itu, pihak BBKSDA Riau akan melakukan penanganan terhadap konflik satwa dengan manusia.
Hansen mengatakan, tim akan memantau lokasi konflik dan memberikan sosialiasi kepada masyarakat setempat untuk menyampaikan bahwa buaya adalah satwa dilindungi.
"Tim kita disana yang akan memantau. Memang ke lokasi sangat jauh. Dua kali naik speed. Lokasinya itu sudah berbatasan dengan Provinsi Jambi," pungkas Hansen.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Nelayan Riau Selamat dari Terkaman Buaya Saat Menjala Udang"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/buaya-pemangsa-manusia1.jpg)