Ormas PP Geruduk Kejati

Pemuda Pancasila Geruduk Kejati Sumut, Tuding Kasipidum Kejari Tak Adil, Berikut Foto-fotonya

Kami minta hukum ditegakkan, dan kami minta supaya Kejari Medan tidak bermain-main karena telah menuntut para terdakwa dengan tuntutan yang rendah.

TRIBUN MEDAN/VICTORY
RATUSAN anggota dari ormas Pemuda Pancasila menggeruduk kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut terkait rendahnya tuntutan hukum pembunuh rekannya, Senin (9/3/2020). 

Korban Syahdila Hasan Affandi bersama beberapa temannya dari Pemuda Pancasila pergi menuju ke warung tuak di Jalan Eka Rasmi, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor dengan tujuan untuk bersilaturahmi dengan ormas IPK dan menanyakan mengenai spanduk milik ormas PP yang dicopot oleh ormas IPK.

Perkelahian tak terhindari, sehingga melukai anggota Pemuda Pancasila.

Bentrok Oknum TNI VS Polisi, Danrem 023 dan Kapolres Taput Gelar Pertemuan Sejak Pagi hingga Sore

Bentrok di Eka Rasmi

Bentrok dua OKP di Jalan Eka Rasmi, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Minggu (8/9/2019) sekira pukul 17.00 WIB mengakibatkan dua orang terluka berat. Belakangan satu di antaranya meninggal dunia di rumah sakit.

Menurut keterangan warga sekitar, Iwan Kolam (49), saat kejadian sekelompok pemuda tiba-tiba datang dengan jumlah banyak serta lengkap dengan senjata tajam.

Setelah bentrok organisasi masyarakat antara Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) tiga mobil yang hancur dan dua sepeda motor yang telah dibakar dibawah ke Polda Sumatera Utara.
Setelah bentrok organisasi masyarakat antara Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) tiga mobil yang hancur dan dua sepeda motor yang telah dibakar dibawah ke Polda Sumatera Utara. (Tribun Medan / doc)

"Kami gak pernah urusin orang. Termasuk organisasi di sini. Sebelumnya memang tidak ada masalah. Kita duduk-duduk di situ. Tiba-tiba mereka datang menyerang kira-kira pukul 17.00 WIB," ucap Iwan Kolam.

Satu unit mobil polisi bak terbuka terlihat telah mengangkut tiga unit sepeda motor.

Di lokasi, masih dipadati warga.

Tidak hanya itu, puluhan petugas kepolisian standby di lokasi.

Personel TNI juga berjaga di lokasi kejadian.

Terkait peristiwa tersebut, Iwan mengatakan bahwa kelompok organisasi kepemudaan tersebut diduga telah berniat melakukan penyerangan.

Kelompok pemuda datang dalam dua kloter.

Lebih lanjut dijelaskan Iwan, akibat peristiwa tersebut ada dua orang terluka.

"Diduga mereka memang udah berniat dengan membawa senjata. Ya kita membela diri. Apalagi ini kan kampung kita kan posisinya diserang. Kalau untuk yang datang awal ya sebenarnya kami mengenali. Namun datang tahap kedua ya kami tidak kenal siapa-siapa saja," tambahnya mengakhiri.

 (vic) 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved