Gara-gara Virus Corona Maskapai Inggris Bangkrut, Penerbangan Dunia Rugi Rp 1.582 Triliun

Semua penerbangan telah dihentikan, dan semua urusan bisnis di Inggris dihentikan segera," kata pihak Flybe dikutip dari Reuters, Jumat (6/3/2020).

BBC
Satu pesawat milik maskapai penerbangan Flybe. 

Adapun dua pekan lalu, IATA memperkirakan kerugian penjualan di industri maskapai sebesar 30 miliar dollar AS.

"Perubahan yang terjadi sebagai akibat dari virus corona hampir tak bisa diperkirakan. Hanya dalam dua bulan, prospek industri di dunia bebalik secara dramatis dalam kondisi yang lebih buruk," ujar

CEO IATA Alexandre de Juniac dalam keterangan tertulisnya.

"Masih belum jelas bagaimana perkembangan virus ini nantinya, namun ini adalah krisis," ujar dia.

IATA menilai, maskapai penerbangan di Asia dan Eropa akan menjadi yang paling terdampak. Adapun maskapai di kawasan Asia Pasifik berpotensi bakal mengalami kerugian hingga 58 miliar dollar AS.

Jika persebaran virus bisa segera ditangani dan perekonomian di dunia bisa pulih dalam waktu cepat, kerugian industri penerbangan bisa ditekan menjadi 63 miliar dollar AS.

Saat ini, sudah lebih dari 94.000 orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona di dunia, dengan 3.300 di antaranya meninggal dunia. Korea Selatan, Jepang, Italia dan Iran merupakan beberapa negara selain China yang mengalami persebaran virus terparah selain China.

Larangan penerbangan dan rendahnya permintaan konsumen telah membuat banyak maskapai di dunia membatalkan penerbangan dari dan ke China.

Penerbangan transatlantik, serta beberapa rute penerbangan di Eropa dan Amerika Serikat pun dibatasi.

Artikel ini sudah terbit di Kompas.com dengan judul Wabah Virus Corona, Maskapai Penerbangan di Dunia Berisiko Rugi Rp 1.582 Triliun dan Banyak Penerbangan Ditangguhkan akibat Corona, Maskapai Asal Inggris Bangkrut

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved