Virus Corona
Jangan Panik Wabah Corona, Pakar Ungkap Indonesia Diuntungkan secara Gen Hadapi Virus Corona
Virus corona 2019 masih paling sedikit angka mortality-nya. Tetapi yang mengkhawatirkan adalah penyebarannya, transmisinya memang luar biasa cepat.
Jangan Panik Wabah Corona, Pakar Ungkap Indonesia Diuntungkan secara Gen Hadapi Virus Corona
Pemerintah sudah mengumumkan ditemukannya kasus virus corona positif.
Sebagian masyarakat panik mendengar kabar itu.
Masker dan cairan cuci tangan menjadi barang paling banyak diburu.
Banyak media juga mengabarkan ada sekelompok warga yang berbelanja kebutuhan sehari-hari dalam jumlah besar.
Padahal, sejumlah pakar menegaskan tidak ada alasan untuk menjadi panik.
Menurut ahli mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Titik Nuryastuti, virus corona tidak jauh berbeda dengan SARS yang menyebar pada tahun 2002.
“Virus corona 2019 masih paling sedikit angka mortality-nya. Sampai sekarang sekitar 2,8 persen.
Tetapi yang mengkhawatirkan adalah penyebarannya, transmisinya memang luar biasa cepat.
Jadi kalau kita lihat angka kematiannya yang rendah ini, tentunya kita tidak perlu panik ya. Tidak perlu menimbulkan kepanikan,” kata Titik.
Titik memaparkan data itu di depan puluhan tenaga kesehatan dalam kuliah tamu mengenai virus corona di Fakultas Farmasi UGM, Rabu (4/3/2020).
Kehadiran para tenaga kesehatan dari Puskesmas berbagai wilayah, diharapkan mampu memperbaiki pemahaman mengenai virus corona.
Persentase Kematian Rendah
Kepada peserta kuliah tamu, Titik memaparkan perbandingan serangan SARS CoV, MERS CoV dan virus corona.
SARS menyerang pada 2002 dengan 8.096 kasus terkonfirmasi dan 744 korban meninggal atau 9,19 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ruang-khusus-pasien-corona-5.jpg)