KERUSUHAN INDIA TERKINI: Kengerian 3 Hari hingga Polisi Pahlawan di Tengah Kerusuhan
KERUSUHAN INDIA TERKINI: Kengerian 3 Hari hingga Polisi Pahlawan di Tengah Kerusuhan
Dia menuturkan diserang oleh sekelompok orang tersebut setelah mereka melihatnya mengenakan peci, jenggot, maupun pakaian gamis.
"Mereka langsung menyerang, meneriakkan slogan-slogannya. Kemanusiaan macam apa ini?" ungkap Zubair, yang menuturkan dalam hitungan detik dia langsung dipukuli.
• TERKINI KLASEMEN LIGA Inggris dan Posisi Man United, Imbang Lawan Everton, Hasil Liga Inggris
4. Aparat yang disorot tajam
Juru bicara kepolisian, MS Randhawa, menyatakan bahwa pihaknya sudah mengerahkan anggota dibantu pasukan paramiliter untuk memadamkan situasi.
Namun sorotan dilayangkan, di mana aparat berwenang dianggap tidak siap dan kalah jumlah dengan massa. Puluhan di antara mereka terluka, bahkan ada yang terbunuh.
• Viral Bayi Terlihat Marah saat Baru Dilahirkan, Fotografer Ungkap Reaksi Keluarga saat Lihat Fotonya
Selain itu, tindakan aparat yang melakukan kekerasan dianggap pakar hukum merupakan hasil dari cuci otak yang berlangsung sejak masa kolonial.
Agitasi hukum pada masa kolonial yang dimaksud adalah salinan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Inggris pada 1870. Pasal 124 A tentang Hukum Pidana India.
Bagaimana India menggunakan hukum hasutan (agitasi) era kolonial melawan pengunjuk rasa CAA ternyata ditujukan untuk meredam perbedaan pendapat.
Baca juga: Tindak Kekerasan Aparat India, Hasil Cuci Otak Pemerintah Sejak Kolonial
5. Pahlawan di tengah kerusuhan India
Seorang polisi India dinobatkan sebagai pahlawan karena berani melewati batas negara bagian tanpa izin demi menyelamatkan warga yang terdampak kerusuhan.
• PERSIB HARI INI: Duet Jitu Wander Luiz dan Geoffrey Castillion, Kunci Kemenangan Persib atas Persela
Polisi bernama Neeraj Jadaun tersebut memutuskan bergerak setelah mendengar suara tembakan sekitar 200 meter dari posnya bertugas.
Seketika dia memutuskan untuk menyeberangi perbatasan Negara Bagian Delhi, dan menyelamatkan warga yang terdampak kerusuhan.
"Saya bukan pahlawan. Saya telah bersumpah untuk melindungi orang India yang dalam bahaya. Saya hanya melakukan tugas karena tidak mau membiarkan orang mati dalam pengawasan saya," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembantaian-muslin-di-india.jpg)