KERUSUHAN INDIA TERKINI: Kengerian 3 Hari hingga Polisi Pahlawan di Tengah Kerusuhan
KERUSUHAN INDIA TERKINI: Kengerian 3 Hari hingga Polisi Pahlawan di Tengah Kerusuhan
Pengacara asal New Delhi, Gautam Bhatia, mengatakan UU tersebut jelas membagi warga negara menjadi Muslim dan non-Muslim.
Dia menuding UU itu secara eksplisit dan terang-terangan berusaha untuk memperkuat upaya adanya diskriminasi agama di sana.
• Viral Kisah Ibu dan Tiga Putrinya Menikah Berbarengan, Awalnya hanya Iseng dan Sekadar Bercanda
• Viral Bayi Terlihat Marah saat Baru Dilahirkan, Fotografer Ungkap Reaksi Keluarga saat Lihat Fotonya
Sejarawan Mukul Kesavan menuturkan, bahasa UU itu mungkin memang diajukan bagi warga asing. Namun sebenarnya untuk mendelegitimasi kewarganegaraan Muslim.
Kritik yang berembus menyatakan, jika memang ingin melindungi minoritas, UU tersebut seharusnya menyertakan Muslim yang dipersekusi di negaranya sendiri.
Seperti misalnya kaum Ahmadiyah di Pakistan serta Rohingya di Myanmar. Kritik itu membuat politisi partai penguasa, Bharatiya Janata Party (BJP) angkat bicara.
Politisi senior BJP Ram Madhav menyatakan UU tersebut ditujukan untuk menangkal India dari migran ilegal yang hendak masuk.
• Nisya Ahmad Tanyakan Kemampuan Syahnaz dalam Mengurus Bayi Kembarnya, Begini Kata Pengasuh Bayi
• PERSIB HARI INI: Duet Jitu Wander Luiz dan Geoffrey Castillion, Kunci Kemenangan Persib atas Persela
3. Kengerian selama tiga hari
Sejak Minggu, massa yang merupakan pendukung maupun penentang UU Kewarganegaraan yang kontroversial saling serang, dengan polisi juga menjadi korban.
Kerusuhan pertama terjadi pada Minggu, di mana massa pendukung dan kontra terlibat kerusuhan di sebelah timur ibu kota Delhi.
Ketegangan terjadi di tiga area yang mayoritas ditinggali Muslim. Awalnya kelompok pendukung memprotes blokade dari massa penentang.
Kerusuhan Delhi semakin intens ketika Trump berkunjung selama dua hari, dari 24 hingga 26 Februari, di mana dia sempat memberikan pidato di Motera Stadium.
• PERSIB HARI INI: Duet Jitu Wander Luiz dan Geoffrey Castillion, Kunci Kemenangan Persib atas Persela
Setelah bentrokan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut, suasana agak reda dilaporkan pada Rabu (26/2/2020). Namun, Delhi masih diliputi kecemasan.
Pasalnya, kerusuhan ini bukan lagi tentang UU Kewarganegaraan. Namun berubah menjadi sektarian, di mana orang diserang berdasarkan agama mereka.
Ada laporan sekelompok pria dengan tongkat, batang besi dan batu berkeliaran di jalan-jalan dan orang-orang Hindu dan Muslim saling berhadapan.
Seperti yang dialami Mohammad Zubair. Seorang pria berusia 37 tahun yang dipukuli ketika dalam perjalanan pulang dari masjid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembantaian-muslin-di-india.jpg)