Penampakan Pesawat Kepresiden Boeing 777-300 ER yang Disewa dari Garuda, Ini Penjelasan Istana
Diketahui Garuda Indonesia memiliki 10 pesawat berbadan lebar (wide body) Boeing 777-300 ER yang dibeli di era Emirsyah Satar.
Kendati demikian, Pratikno menegaskan sampai saat ini belum ada transaksi untuk penyewaan pesawat Garuda.
Transaksi baru akan dilakukan jika Presiden melakukan kunjungan luar negeri dengan jarak jauh.
"Ya nanti kalau ada perjalanan jauh kemungkinan kita baru (sewa)," ujarnya.
Saat ditanya kenapa pesawat Garuda yang beredar di medsos itu sudah dicat dengan logo Garuda dan tulisan republik Indonesia, Pratikno tidak menjawab.
Ia meminta wartawan bertanya kepada Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Bey Machmudin yang kebetulan ada di sampingnya.
"Pak Bey, jawab lah Pak, kok kamu, aku disuruh jawab," kata Pratikno.
Namun, Bey enggan memberikan penjelasan yang bisa dikutip media.
Sedangkan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono membenarkan adanya rencana untuk menyewa pesawat berbadan lebar milik maskapai Garuda Indonesia sebagai pesawat kepresidenan.
Tujuannya, Presiden Joko Widodo dan rombongan tidak perlu melakukan transit jika melakukan kunjungan ke negara yang jaraknya jauh.
"Menghindari transit di negara tertentu," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono saat dihubungi, Jumat (28/2/2020).
Pesawat Kepresidenan yang ada Boeing Business Jet (BBJ) 2 yang berasal dari tipe 737-800.
Pesawat itu dibeli pada 2011, atau sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun, pesawat itu memang harus melakukan transit untuk pengisian bahan bakar apabila hendak menuju negara yang jaraknya relatif jauh seperti Amerika Serikat.
Oleh karena itulah, menurut Heru, ada niatan pemerintah untuk menyewa pesawat berbadan lebar Boeing 777-300 ER milik Garuda.
Namun, belum ada transaksi resmi yang dilakukan untuk menyewa pesawat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pesawat-kepresiden-boeing-777.jpg)