Rangsang Kreativitas Siswa, MTS Cendekia Terapkan Program Pengembangan Belajar di Luar Kelas
Saat ini beberapa sekolah tidak hanya mengajarkan teori namun juga memberikan praktik langsung yang merangsang kecerdasan anak.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Karakter pada siswa sudah seharusnya ditanamkan sejak dini seperti tata krama, sopan santun ataupun nilai-nilai keagamaan dari sekolah.
Saat ini beberapa sekolah tidak hanya mengajarkan teori namun juga memberikan praktik langsung yang merangsang kecerdasan anak. Hal inilah yang menjadi keunggulan dari MTS Cendikia Jalan Gatot Subroto Blok C No. 274, Medan.
Sekolah yang berdiri pada tahun 2002 ini berada di bawah naungan Kementrian Agama. Madrasah Tsanawiyah (Mts) Cendekia menggunakan kurikulum 2013.
Namun karena berada dibawa naungan Kementrian Agama, mata pelajaran agama jauh lebih banyak dibanding dengan sekolah setara lainnya yang berada di naungan Kementrian Pendidikan.
Kepala Sekolah Mts Cendekia, Ali menuturkan bahwa sekolah yang memiliki kawasan nuansa islami ini memiliki kebiasan-kebiasaan untuk menerapkan nilai-nilai agama diantara rutin mengadakan hapalan sebelum masuk kelas.
"Kebiasaan pribadi yang sudah kami laksanakan yaitu selasa, kamis dan sabtu yaitu apel pagi. Jadi ketika mereka sudah mulai berbaris, anak-anak dipersilahkan untuk membaca surah pilihan, Asmaul Husna, doa-doa pendek ataupun ayat Seribu Dinar. Mereka harus mampu menghapal dan mempraktekkan kepada diri sendiri sehari-hari," ungkap Ali, Rabu (26/2/2020).
• UNBK di Asahan, 47 SMP/MTs Menumpang di Sekolah Lain
Sekolah yang memiliki luas bangunan 900m persegi ini merupakan gabungan dari Sekolah Dasar (SD) ini memiliki keunggulan yaitu adanya mata pelajaran khusus yang menekankan pengembangan diri.
Mata pelajaran pengembangan diri ini bersifat khusus muatan lokal. Targetnya yaitu anak dilatih dari berbagai hal yaitu bacaan sholat yang juga membahas artinya. Jadi ketika sholat mereka harus tau arti dari bacaan sholat tersebut.
Wali Kelas tiga, Putri sangat mendukung adanya program sekolah tahfiz ini. Ia menuturkan bahwa melalui mata pelajaran pengembangan diri ini siswa dapat lebih mengembangkan serta mengasah bakat dan kreativitas siswa.
"Menurut saya sangat bagus ya karena di pelajaran pengembangan diri anak anak bisa mengembangkan bakatnya lagi. Materi untuk keagaamaan lebih dalam seperti Bacaan Sholat dan Arti (Basoar). Melalui pengembangan diri mereka dapat belajar menanam, berkebun, serta mereka bisa tahu bagaimana caranya untuk membibit," lanjutnya.
Putri juga mengungkapkan bahwa anak-anak sangat menyambut positif adanya mata pelajaran berbasis praktik ini. Ia menuturkan bahwa siswa bisa langsung mempraktekkan dari apa yang mereka pelajari di teori.
"Respon anak-anak sangat senang. Apalagi ketika praktik berkebun. Mereka dengan semangatnya dan antusias belajar untuk memahami apa yang sudah mereka pelajari di teori. Dengan adanya pengembangan diri ini kita bisa langsung terjun bagaimana menggemburkan tanah," ujar Putri.
Pengembangan teori tidak hanya dilakukan di sekolah saja. Ali mengungkapkan untuk menambah pengetahuan anak terhadap ilmu baru, Mts Cendekia juga rutin mengadakan Outing Class dengan mengunjungi tempat wisata edukasi.
"Kalau untuk anak anak kita memiliki kegiatan outing class. Kita pernah ada kunjungan ke Rumah Coklat, Istana Maimun, Kampung Kreatif, Kunjungan religi ke Masjid yang ada di kota Medan dan tempat wisata yang menunjang edukasi seperti Museum dan Perpustakaan Daerah," ungkap Ali.
Mts Cendekia saat ini memiliki 162 murid dan 19 guru dan memiliki 6 ruang kelas. Ali juga menjelaskan bahwa selain berada dilingkungan agama, sekolah ini juga memiliki ekskul yang dapat dipilih siswa sesuai minat dan bakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cendekia.jpg)