Lumpuh 17 Tahun, Pria Ini Hanya Bisa Diam di Kasur, Namun Bisa Hidup Mandiri dengan Chanel YouTube
Pendengarannya pun menurun, sehingga jika ingin berkomunikasi harus menulis di ponsel, kemudian dia membaca dan baru bisa menjawab.
Pengobatan
Berbagai upaya pengobatan telah ditempuhnya. Mulai dari perawatan di rumah sakit hingga pengobatan tradisional.
Saat pemeriksaan, pihak rumah sakit menyebut Febri menderita pengapuran.
"Awal sakit itu dirawat di rumah selama dua bulan. Namun, karena tidak ada perkembangan, akhirnya dirawat di rumah," ungkapnya.
Ikhtiar kesembuhan juga ditempuh dengan pijat ke berbagai tempat.
Namun, kondisinya tidak membaik. Termasuk juga terapi pengobatan air panas, dia diharuskan menginap selama sepekan.
Febri berharap dirinya bisa sembuh dan beraktivitas secara normal.
Namun, karena keterbatasan biaya dia hanya bisa pasrah.
"Rumah ini juga Agustus 2019 pernah kebakaran karena korsleting listrik. Bantuan perbaikan rumah dari perangkat dan kerja bakti warga," ujar Taryono.
• Anang Sasar Dul Jaelani yang Sebut Duo Finalis Indonesian Idol Cantik: Jangan Nakal Kayak Bapakmu
• Pencuri Motor Terekam CCTV akhirnya Ditembak Polisi, Kapolsek Delitua Jelaskan terkait Penangkapan
Chanel YouTube
Untuk mengisi waktu sekaligus mencari penghasilan, Febri sempat mengelola chanel YouTube bernama "Kartun Koplak".
Dia menggunakan laptop yang diletakkan di meja kecil. Laptop itu diberikan oleh kakaknya yang dulu pernah bekerja di Jakarta.
Namun, setahun lalu chanelnya dihentikan oleh YouTube tanpa alasan yang jelas.
Febri mengak pendapatannya dari YouTube terhitung lumayan, pernah dalam satu bulan mencapai Rp 6 juta.
"Tapi dapat segitu juga cuma sekali pas ramai pilpres itu. YouTube diisi game, berita, kartun," ujar alumni SMA Muhammadiyah Salatiga ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/febri-17-tahun-terbujur-kaku-di-kasur.jpg)