MALAYSIA MEMANAS, Mahathir Singkirkan Anwar Ibrahim, Bentuk Koalisi Baru Bersama Oposisi UMNO
Mahathir Mohamad kembali naik ke kursi PM Malaysia setelah kemenangan partai pimpinan Anwar Ibrahim PKR dan partai pecahan UMNO Partai Bersatu
Pemimpin kedua partai bersama dengan sejumlah pejabat teras Pakatan dilaporkan oleh The Star Malaysia telah bertemu Yang Dipertuan Agong Malaysia Sultan Abdullah Minggu (23/2/2020) sore.
Masing-masing Zahid Hamidi dari UMNO dan Hadi Awang dari PAS didampingi oleh petinggi senior Pakatan di antaranya Presiden Bersatu Muhyiddin Yassin, Deputi Presiden PKR Azmin Ali. Kemudian dua politisi “kingmaker” dari Sabah dan Sarawak, yaitu Presiden Partai Warisan Sabah Shafie Apdal dan Menteri Besar Sarawak Abang Johari Openg.
Tentunya bertemu dengan Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah pada Minggu bukanlah pertemuan biasa.
Dispekulasikan pertemuan ini sebagai persiapan pengumuman pembentukan koalisi baru di mana Mahathir akan tetap berkuasa sebagai PM.
Mahathir sempat dirumorkan ikut menghadiri pertemuan dan akan mengumumkan koalisi baru malam ini.
Rumor itu telah dibantah oleh kantor Mahathir.
Setelah pertemuan, para politisi itu bersantap makan malam bersama di Hotel Sheraton Petaling Jaya yang mempertegas bahwa pengumuman koalisi pemerintahan baru tinggal menunggu hitungan jam.
Laporan terakhir The New Straits Times menyatakan bahwa koalisi baru telah mendapat dukungan mayoritas, yaitu 130 dari 222 kursi parlemen Malaysia.
130 ini akan terdiri dari anggota Barisan Nasional yang dipimpin UMNO, PAS, Partai Bersatu pimpinan Mahathir, Warisan, Gabungan Partai Sarawak pimpinan Johari Openg, dan belasan anggota PKR yang sefaksi dengan Azmin. Rumor koalisi baru juga dibenarkan oleh sekjen UMNO Tan Sri Annuar Musa.
“Kita semua menunggu pengumuman Tun (Mahathir).” ucapnya.
Berakhirnya Mimpi Anwar?
Jika benar koalisi baru ini terbentuk, pupuslah ambisi Anwar Ibrahim untuk menjadi orang nomor satu negeri jiran setelah 22 tahun menanti.
Padahal koalisi Pakatan Harapan yang mengalahkan Barisan Nasional secara mengejutkan pada pemilu Mei 2018 telah sepakat Presiden PKR itu akan menggantikan Mahathir pada Mei 2020.
Bahkan terakhir pada pertemuan Jumat lalu, Anwar menyatakan bersedia jika Mahathir ingin memperpanjang kekuasaannya hingga Malaysia selesai menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) pada November 2020.
Namun bukan rahasia lagi bahwa Mahathir tidak pernah benar-benar menginginkan mantan musuh politiknya ini menjadi suksesornya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/poster-mahathir-anwar_20180508_183020.jpg)