MAHATHIR MUNDUR, lalu Singkirkan Anwar Ibrahim dan Bentuk Koalisi Baru dengan UMNO dan PAS
Perdana Manteri Malaysia DR Mahathir Mohamad mundur dari jabatannya, Senin (24/2/2020), setelah menyerahkan suart pengunduran pada Raja Malaysia.
Tentunya bertemu dengan Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah pada Minggu bukanlah pertemuan biasa.
Dispekulasikan pertemuan ini sebagai persiapan pengumuman pembentukan koalisi baru di mana Mahathir akan tetap berkuasa sebagai PM.
Mahathir sempat dirumorkan ikut menghadiri pertemuan dan akan mengumumkan koalisi baru malam ini.
Rumor itu telah dibantah oleh kantor Mahathir.
Setelah pertemuan, para politisi itu bersantap makan malam bersama di Hotel Sheraton Petaling Jaya yang mempertegas bahwa pengumuman koalisi pemerintahan baru tinggal menunggu hitungan jam.
Laporan terakhir The New Straits Times menyatakan bahwa koalisi baru telah mendapat dukungan mayoritas, yaitu 130 dari 222 kursi parlemen Malaysia.
130 ini akan terdiri dari anggota Barisan Nasional yang dipimpin UMNO, PAS, Bersatu pimpinan Mahathir, Warisan, Gabungan Partai Sarawak pimpinan Johari Openg, dan belasan anggota PKR yang sefaksi dengan Azmin. Rumor koalisi baru juga dibenarkan oleh sekjen UMNO Tan Sri Annuar Musa.
“Kita semua menunggu pengumuman Tun (Mahathir).” ucapnya.
Berakhirnya Mimpi Anwar?
Jika benar koalisi baru ini terbentuk, pupuslah ambisi Anwar Ibrahim untuk menjadi orang nomor satu negeri jiran setelah 22 tahun menanti. Padahal koalisi Pakatan Harapan yang mengalahkan Barisan Nasional secara mengejutkan pada pemilu Mei 2018 telah sepakat Presiden PKR itu akan menggantikan Mahathir pada Mei 2020.
Bahkan terakhir pada pertemuan Jumat lalu, Anwar menyatakan bersedia jika Mahathir ingin memperpanjang kekuasaannya hingga Malaysia selesai menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) pada November 2020.
Namun bukan rahasia lagi bahwa Mahathir tidak pernah benar-benar menginginkan mantan musuh politiknya ini menjadi suksesornya.
Hubungan mereka seperti diketahui pasang surut selama dua dekade terakhir. Mahathir disebut-sebut lebih menginginkan Azmin sebagai penerusnya.
Azmin yang tidak lain tidak bukan adalah mantan sekutu politik dan orang kepercayaan Anwar saat ini berada di atas angin.
Selama setahun terakhir hubungannya dengan Anwar memburuk karena dia disebut berambisi menyalip Anwar sebagai PM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mahathir-mundur.jpg)