Desa Bakal Gajah Dairi Ciptakan BUMDes Manfaatkan Barang Hibah Terbengkalai
BUMDes mereka kini telah menjadi pemasok galon air minum terbesar di Kecamatan Silima Pungga-Pungga.
TRIBUN-MEDAN.com - Berbekal kucuran Dana Desa, Desa Bakal Gajah di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi sukses menciptakan mesin uang dan juga lapangan kerja bagi warganya.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gajah Mandiri, demikian nama mesin uang dimaksud. Omzetnya bisa mencapai Rp7 juta per bulan.
BUMDes ini bergerak di bidang penyediaan air minum, dengan memanfaatkan potensi mata air di desa itu.
Menurut Kades Bakal Gajah, BUMDes mereka kini telah menjadi pemasok galon air minum terbesar di Kecamatan Silima Pungga-Pungga.
"Penjualan kita sudah mencapai 2.000 galon lebih per bulan. Per galon kita jual Rp3.500. Kita memasarkan lewat warung-warung, bukan langsung ke konsumen," ungkap Direktur BUMDes Gajah Mandiri, Sudung Sitorus, Jumat (14/2/2020).
Didampingi Kabag Keuangannya, Fidel Nainggolan, Sudung menuturkan, BUMDes Gajah Mandiri resmi berdiri dan mulai beroperasi April 2019 lalu. Pada awal berdirinya, kata Sitorus, air-air produksi BUMDes dibagikan secara cuma-cuma kepada warga Desa Bakal Gajah.
"Itu bentuk promosi kita. Biar mereka (warga-red) tahu juga kualitas air kita. Ternyata, efektif. Air-air kita tidak hanya dibeli warga Kecamatan Silima Pungga-Pungga, tetapi juga sampai ke Kecamatan Siempat Nempu," timpal Fidel.
Sitorus menambahkan, Desa Bakal Gajah berharap PT Dairi Prima Mineral, perusahaan tambang timah hitam dan seng di Silima Pungga-Pungga, sudi berlangganan pada mereka.
"Ini kita sedang coba kembangkan BUMDes kita ini jadi pangkalan gas elpiji 3 kg. Kita lagi upayakan, mudah-mudahan segera terwujud," pungkas Sudung.
Sementara itu, Kades Bakal Gajah, Humitar Sitorus mengungkapkan, pembangunan BUMDes dimulai tahun 2018.
Ide untuk mendirikan depot air minum timbul karena desa mereka mendapat hibah tabung penampungan air dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) - Badan Geologi Kementerian ESDM RI.
"Tahun 2014, desa ini dapat bantuan tangki air dan pompa sumur bor dari kementerian. Namun, teronggok begitu aja, sehingga sesudah saya terpilih jadi kades di sini tahun 2018, ide pembuatan depot air itu saya ajukan di musrenbang," ungkap Humitar, yang ditemui Tribun Medan hari itu juga.
Humitar menambahkan, pembangunan BUMDes Gajah Mandiri menggunakan anggaran dana desa sekitar Rp200 juta.
"Harapan kita, bisa cepat-cepat 'balik modal' dan menyumbang pendapatan bagi kas desa," ujar Humitar mengakhiri.
Dikunjungi Bupati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bumdes_gajah_mandiri.jpg)