Cerita Pengantin di Natuna, Gara-gara dekat Lokasi Karantina Resepsi Diundur, Ijab kabul Seadanya

Cerita Pengantin di Natuna, Gara-gara dekat Lokasi Karantina Resepsi Diundur, Ijab kabul Seadanya

Editor: Salomo Tarigan
KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Cerita Pengantin di Natuna, Gara-gara dekat Lokasi Karantina Resepsi Diundur, Ijab kabul Seadanya 

Telanjur belanja sayur-mayur hingga pasang tenda

Bahkan untuk warga Kota Tua Penagih saja, sedikitnya ada 29 kepala keluarga (KK) atau berjumlah lebih dari 180 jiwa yang mengungsi memilih untuk keluar dari Kota Tua Penagih ini.

"Yang jelas resepsinya menunggu siap masa karantina selesailah, paling tidak di atas tanggal 16 Februari 2020 mendatang," ucapnya.

Solihin tidak menampik bahwa tidak sedikit kerugian yang dialaminya dari gagalnya resepsi pernikahannya ini. 

Mulai dari tidak terpakainya sayur-mayur yang telah dibelanjakan untuk keperluan konsumsi saat resepsi pernikahannya.

Hingga tenda yang sebelumnya sudah disewa dan terpasang, tetapi belakangan harus dibuka kembali karena belum jelasnya kapan acara resepsi ini akan dilaksanakan.

Baca juga: Begini Keadaan Posko Kesehatan Warga Natuna Dekat Lokasi Karantina, Ada Psikiater dan Ruang Perawatan

BURSA TRANSFER: Persib Bandung Lengkapi 4 Pemain Asing, Update Pemain PSM Makassar, Arema FC,Persija

 Ijab kabul seadanya

 Solihin (21) dan Parmita (20), pasangan muda yang tinggal di Desa Kota Tua Penagih, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Hal ini terjadi setelah niat baiknya untuk menikahi wanita idamannya, hampir gagal. Padahal segala persiapan sudah matang dipersiapkan dan bahkan keluarga perempuan juga telah berkumpul dikediamannya di Desa Kota Tua Penagih, Ranai, Natuna, Sabtu (8/2/2020)

Solihin (21) dan Parmita (20), pasangan muda yang tinggal di Desa Kota Tua Penagih, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Hal ini terjadi setelah niat baiknya untuk menikahi wanita idamannya, hampir gagal. Padahal segala persiapan sudah matang dipersiapkan dan bahkan keluarga perempuan juga telah berkumpul dikediamannya di Desa Kota Tua Penagih, Ranai, Natuna, Sabtu (8/2/2020)(KOMPAS.COM/HADI MAULANA)

Untuk ijab kabul sendiri yang dipercepat, Solihin mengaku hal ini sesuai dari hasil perundingan orangtuanya dan perangkat RT RW setempat.

Karena jika tidak cepat dilakukan, hal ini juga akan berdampak kepada pihak keluarga calon istrinya yang tidak bisa menunggu dan terlalu lama berada di Kota Tua Penagih.

"Bagaimanapun mertua saya juga punya pekerjaan lain di kampungnya, makanya kami pihak keluarga mengambil keputusan dipercepat dan resepsinya menunggu setelah proses karantina selesai," katanya.

Hal ini juga didukung oleh Kepala KUA Ranai yang langsung menyanggupi dan mengiyakan kalau proses ijab kabul dipercepat dilakukan pada Senin (3/2/2020).

"Alhamdulillah KUA Ranai langsung oke dan langsung menyanggupi pernikahan saya ini. Warga Penagih juga mendukung ijab kabulnya dipercepat," kenangnya.

Kapolri Jenderal Idham Azis Sertijab Sejumlah Kapolda, Berikut Posisi Baru, Daftar Nama Kapolda Baru

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved