Andre Rosiade Bikin Gaduh, DPP Gerindra Minta Maaf Tegaskan tak Usung Andre di Pilgub Sumbar 2020

Dasco menambahkan Gerindra tak mencalonkan kadernya Andre Rosiade dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Barat 2020.

Editor: Tariden Turnip
Tribunnews.com/Istimewa/Andre Rosiade
Andre Rosiade Bikin Gaduh, DPP Gerindra Minta Maaf Tegaskan tak Usung Andre di Pilgub Sumbar 2020. Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra Andre Rosiade menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Kota Mekkah, Arab Saudi, Minggu (5/1/2020). 

"Ya itu nanti, masih digodok," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, pemanggilan Andre terkait penggrebekan Pekerja Seks Komersial (PSK) dijadwalkan pada pekan depan.

Ia berharap, Andre dapat memberikan klarifikasi atas penggrebekan PSK tersebut.

"Kami perlu konfirmasi dan klarifikasi penjelasan dari yang bersangkutan, apa yang sebenarnya terjadi. Kami hanya mendapat cerita sepotong dari kanan kiri, belum menggambarkan keutuhan suasana dan situasi yang benar, kira-kira seperti itu," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Muzani mengatakan, Andre tidak berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra sebelum terlibat dalam penggrebekan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Padang, Sumatera Barat.

Oleh karenanya, Muzani mengatakan, DPP akan meminta keterangan Andre terkait keterlibatannya dalam penggrebekan PSK tersebut.

"Belum (belum ada koordinasi), kami mau nanya itu ide darimana? Apa hasil mimpi? Apa hasil apa kan kita enggak tahu," ujarnya.

Adapun Andre Rosiade tengah menjadi sorotan publik atas keterlibatannya dalam penggrebekan PSK.

Saat dikonfirmasi, Andre membantah penggrebekan terhadap PSK di Padang, Sumatera Barat adalah jebakan yang sengaja dibuatnya.

Andre mengatakan, ia mendapatkan laporan dari warga terkait adanya praktek prostitusi online.

Lalu, ia melaporkan kepada polisi.

"Tidak ada saya menjebak, pertama ya kan saya dapat laporan masyarakat soal ini (prostitusi online). Saya sampaikan ke pihak kepolisian ke cyber crime Polda Sumbar dan (polisi) mengecek aplikasi yang saya laporkan. Lalu oleh Polda dicek ternyata benar, maka dilakukanlah penggerebekan oleh Polda," kata Andre, Rabu (5/2/2020).

Andre mengatakan, penggerebekan tersebut untuk membuktikan laporan masyarakat terkait adanya prostitusi online menggunakan aplikasi.

Menurut dia, warga sengaja memesan PSK tersebut dan ajudannya meminjamkan kamar untuk mengungkap adanya praktek prostitusi online.

Tak berselang lama, saat warga tersebut tengah bersama PSK di kamar, polisi masuk untuk menggerebek.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved