Veronica Koman Buka-bukaan Telanjangi Pendukung Aloysius Giyai Terlapor Pemerkosa Remaja 18 Tahun

Veronica Koman diserang pembela Aloysius Giyai (Kepala Dinas Kesehatan Papua), terlapor kasus pemerkosaan remaja 18 tahun berinisial A

Editor: Tariden Turnip
facebook/veronica koman
Veronica Koman Buka-bukaan Telanjangi Pendukung Aloysius Giyai Terlapor Pemerkosa Remaja 18 Tahun. Screen shot postingan Veronica Koman 

Veronica Koman Buka-bukaan Telanjangi Pendukung Aloysius Giyai Terlapor Pemerkosa Remaja 18 Tahun

Buronan hoaks kerusuhan Papua Veronica Koman diserang pembela Aloysius Giyai (Kepala Dinas Kesehatan Papua), terlapor kasus pemerkosaan remaja 18 tahun berinisial A.

Beragam hujatan dan makian yang dilontarkan pada Veronica Koman aktivis HAM yang kini diyakini tinggal di Australia.

Belakangan pendukung Aloysius Giyai menyebut dirinya Barisan Rakyat Meepago-Laapago Peduli Kepala Suku Besar Terkemuka AG ikut menyerang Veronica Koman. 

Namun Veronica Koman melawan pendukung Aloysius Giyai dengan membongkar kelemahan argumen yang diajukan penyerangnya.

Dalam enam jam terakhir, Veronica Koman mengunggah  11 postingan.

Mulai soal beredarnya foto korban A (18) di media sosial hingga memancing amarah Veronica Koman.  

''Foto perempuan dengan atasan merah muda yang banyak dibagikan itu bukan foto korban.

Ada kelompok pembela pemerkosa yang panik yang bermain dengan narasi busuk,'' ujar Veronica Koman.

Selanjutnya Veronica Koman mengkritik ungkapan pendukung Aloysius Giyai yang sebutJangan vonis orang tanpa putusan pengadilan”

''Berarti kita harus tunggu ada putusan pengadilan dulu baru boleh bicara pelanggaran HAM Papua ya? Gitu? Biar sesuai prosedur,'' ujar Veronica Koman.

Veronica Koman menyindir pembelaan pendukung Aloysius Giyai, yang mengaku dijebak korban A (18).   

“Aloysius Giyai dijebak”

Lebih masuk akal anak umur 18 tahun dijebak tua bangka yang konon katanya kepala suku besar berpengalaman segudang, atau sebaliknya?'' tulis Veronica Koman.

Melihat kegarangan Veronica Koman banyak netizen menduga akun ini dibajak atau bukan akun Veronica Koman. 

Namun Veronica Koman memastikan akunnya asli dan benar-benar dikelolanya.

''Ah, akun saya tidak dibajak BIN. Kenapa mesti kaget sa bisa setegas itu dengan kasus kekerasan seksual? Sa tidak peduli ko mau orang Papua ka, Indo ka, Zimbabwe ka, pokoknya pemerkosa harus dieliminasi. Semakin tinggi posisinya, semakin sa akan kejar. Anana KNPB dan AMP sudah tahu sifat saya yang ini kok,''  tulis Veronica Koman.

Lalu Veronica Koman meringkas semua postingannya menjadi satu 

MENJAWAB SERBA-SERBI KASUS ALOYSIUS GIYAI

- Dalam perspektif HAM, asas praduga tak bersalah tidak berlaku dalam kasus perkosaan.
Yang berlaku: percaya korban hingga bisa dibuktikan sebaliknya.

- “Aloysius Giyai dijebak”
Lebih masuk akal anak umur 18 tahun dijebak tua bangka yang konon katanya kepala suku besar berpengalaman segudang, atau sebaliknya?

- “Kasus Aloysius Giyai pengalihan isu”
ujar mereka yang tidak pernah pergi jenguk tapol di tahanan sejak September lalu.

- “Jangan vonis orang tanpa putusan pengadilan”
Berdasarkan logika tersebut, berarti kita harus tunggu ada putusan pengadilan dulu baru boleh bicara pelanggaran HAM Papua ya? Gitu? Biar sesuai prosedur nih.

- “Ada persekongkolan menjatuhkan Aloysius Giyai”
Bukan, yang ada ialah persekontolan.

- Sepanjang tahun: “tidak percaya dengan pengadilan kolonial!!”
Ada kasus perkosaan: “serahkan saja semua pada proses hukum yang berlaku”

- “Serahkan saja semua pada proses hukum yang berlaku”
ujar mereka yang enggan mengecam pelaku tapi pun tak berani bersikap membela korban, tanpa desakan nyata supaya pelaku ditangkap.

- “Bayarannya kurang”
Me-lonte-kan perempuan itu khas orang seksis berotak nanah. Seorang PSK pun, bila dibayar tidak sesuai dengan kesepakatan, adalah bentuk pemerkosaan. Jadi?

- “Save AG” sambil cari-cari bikin daftar panjang kesalahan korban bak detektif ulung;
padahal yang tidak bisa mengontrol kontolnya ya si Aloysius Giyai.

- Sepanjang tahun: ingin menghancurkan sistem kolonial.
Ada kasus perkosaan: membabi buta bela perpanjangan tangan kolonial untuk mempertahankan jabatannya.

- Tiap ada kasus kekerasan seksual: “pssttt jangan karena satu kasus ini bikin hancur perjuangan/jabatan/karir dia".
Ya makanya jangan berbuat kekerasan seksual! Jadi tidak akan ada ribut-ribut toh. Sulit kah?

*oleh Veronica Koman asli bukan bajakan.
Saya tidak peduli ko orang Papua ka, orang Indo ka, orang Zimbabwe ka; atau ko Papua Merdeka ka, ko NKRI ka, pokoknya pemerkosa harus dieliminasi. Semakin tinggi posisinya, semakin akan saya kejar.

Sebelumnya sejak Senin (3/2/2020) Veronica Koman menggunggah konten soal dugaan pemerkosaan yang dilakukan petinggi Papua terhadap remaja berinisial A (18).

Dalam akun medsosnya, Veornica Koman langsung menyebut nama pejabat yang oleh polisi disebutkan berinisial AG.

Veronica Koman menyebut pejabat tersebut adalah Aloysius Giyai.

''Yang perlu disamarkan atau diinisialkan itu nama korban, bukan pelaku.

Name and shame:
ALOYSIUS GIYAI,'' tulis Veronica Koman  di akun facebooknya.

Aloysius Giai adalah Kepala Dinas Kesehatan Papua.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Aloysius Giyai
Kepala Dinas Kesehatan Papua Aloysius Giyai (papua.go.id)

Pada postingan selanjutnya Veronica Koman memerinci sosok Aloysius Giyai.

''Korban perkosaan Aloysius Giyai ada banyak dan rata-rata umur belasan tahun.

Aloysius Giyai adalah seorang predator.

Kalau ada yang tanya mengapa korban yang lain tidak (belum) mengaku?
- karena Aloysius Giyai adalah laki-laki berkuasa, ia bisa memelintir persepsi publik dan hukum;
- karena masyarakat tidak akan percaya (seperti kasus ABS ini);
- karena masyarakat malah akan menyalahkan korban (seperti kasus ABS ini).

Pesan saya untuk para korban:
saya mendengarmu, saya mempercayaimu, kamu berharga, kamu tidak salah, yang salah adalah pelaku.

Pesan saya untuk sesama perempuan lainnya: 
hukum kita belum memihak korban perkosaan. Bila Aloysius Giyai pada akhirnya lolos dari jeratan hukum, jauhilah!'' tulis Veronica Koman.

Selanjutnya Veronica Koman mengunggah postingan yang menyebut para pria sibuk membela AG.

''Tiap ada kasus kekerasan seksual, laki-laki sibuk saling bela “pssttt jangan karena satu kasus ini bikin hancur perjuangan/jabatan/karir dia.”

Ya makanya jangan berbuat kekerasan seksual! Jadi tidak akan ada ribut-ribut toh. Sulit kah?'' ujarnya.

Sedangkan di akun twitternya, Veronica Koman meretweet postingan akun @Lina_ZQ soal sikap Koalisi Masyarakat Sipil di Papua yang mendesak Kementerian Kesehatan menindak AG.

Veronica Koman masih berstatus buronan (DPO) hoaks kerusuhan Papua tinggal di Australia.

Sebelumnya perempuan remaja berinisial A (18) jadi korban pemerkosaan oknum PNS yang kini menjadi salah satu pejabat di lingkungan Pemprov Papua.

Pejabat itu diduga memerkosa korban di sebuah hotel di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

A yang masih duduk di bangku SMA kelas XI dilecehkan pada 28 Januari 2020 pukul 17.00.

Hal tersebut dibenarkan ibunda dari A yakni Ana saat dihubungi, Sabtu (1/2/2020).

Semua berawal ketika oknum PNS ini meminta nomor telepon A kepada Ana.

Ana tidak menaruh curiga kepada pelaku lantaran AG ini merupakan teman baik dari ayahanda A.

Setelah nomor A didapat, pelaku lalu mengajak korban untuk makan di hotel tersebut.

"Biasa kan kalau orang Papua kalau ada teman datang ke Jakarta pasti bilang 'kita ada di sini' lalu ngajak makan. Biasa itu," kata Ana.

Usai makan, AG langsung berusaha melancarkan niat bejatnya.

AG mengajak A ke kamar yang ada di lantai lima dengan alasan ingin membicarakan sesuatu.

A yang saat itu masih menggunakan seragam sekolah pun masuk ke kamar.

Korban ditawari segelas minuman yang diduga sudah dicampur dengan obat tertentu.

"Dikasih minuman seperti teh leci. Pas diminum hilang kesadaran. Tahu-tahu pakaiannya sudah dibukain," kata Ana.

AG pun melampiaskan nafsunya ke remaja tersebut.

Selang beberapa jam, A pun sadar dan mengetahui jika pakainya sudah terbuka.

Dia langsung memutuskan pulang sendirian dari hotel.

Takut untuk mengadu langsung ke orang tua, A lebih memilih mengadukan hal tersebut kepada guru pembimbingnya di sekolah.

"Gurunya lalu hubungi bapaknya dan saya langsung dikabari," ujar dia.

Mendapati kabar tersebut, Ana pun berang.

Tidak pernah dia sangka pria yang akrab dengan suaminya itu tega memerkosa putrinya.

"Dia pikir anak saya pelacur? Saya benar-benar tidak terima. Sangat tidak terima. Dia ini anak satu-satunya saya," tambah Ana.

Dia pun langsung melaporkan kejadian ini pihak Polres Metro Jakarta Selatan guna ditangani lebih lanjut. "Sudah. Tanggal 30 (Januari) kita sudah buat laporan," tambah dia.

Dia berharap polisi bisa menyelidik kasus ini dan pelaku bisa mendapatkan hukuman yang setimpal

Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar M. Irwan Susanto mengatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait tindak pemerkosaan kepada siswa SMA yang dilakukan oknum PNS Provinsi Papua.

"Ya betul, cuma saya belum mendalami ya. Belum dapat informasi dari penyidik kita," kata dia saat dihubungi, Sabtu (1/2/2020).

Dia memastikan akan mendalami kasus tersebut dalam waktu dekat.

Dalam proses penyidikan, pihaknya memastikan akan memanggil korban maupun terduga pelaku yang terlibat dalam kasus ini.

"Harus. Yang wajib itu (pemanggilan untuk diperiksa). Setiap pengaduan kita wajib merespons. Kemudian melayani, memastikan apakah itu merupakan tindak pidana atau bukan," ucap dia.

Menanggapi kasus tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, TEA Hery Dosinaen mengaku, belum menerima laporan resmi, baik dari pihak kepolisian maupun pejabat yang dimaksud.

"Saya sendiri baru mendapat laporan dari media (terkait dugaan pemerkosaan pejabat Pemprov Papua). Kini, kami lagi tunggu laporan resmi sebab semua (informasi beredar) masih lewat media," ujar Hery, di Jayapura, Senin (3/2/2020).

Namun, ia menegaskan Pemprov Papua menghormati proses hukum yang tengah berjalan atas kasus tersebut.

Hery menyatakan, Pemprov Papua tidak akan mengintervensi proses hukum yang ada.

"Intinya kalau terbukti ya silahkan nanti proses hukum (kalau) yang (bersangkutan) memang (berbuat). Kalau dilakukan silahkan (diproses)," kata dia.

Veronica Koman Bongkar Sosok Pejabat Teras Papua Predator Pemerkosa Remaja Belasan Tahun

Artikel ini dikompilasi dari Kompas.com dengan judul "Pejabat Pemprov Papua Dilaporkan ke Polisi, Diduga Perkosa Remaja 18 Tahun di Setiabudi", "Polisi Usut Kasus Pemerkosaan yang Dilakukan Oknum PNS Papua ke Remaja 18 Tahun", "Kata Pemprov Papua soal Oknum PNS yang Dilaporkan Kasus Pemerkosaan"

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved