Alasan Wali Kota Tri Rismaharini Memaafkan Zikria yang Sebut Dirinya Kodok Betina, Ini Kabar Terbaru

Zikria sempat hendak menghilangkan jejak dengan menggunting sim card dan mereset handpone setelah menghapus akun facebooknya.

surya/Firman Rochmanudi/dok.suryan
Alasan Wali Kota Tri Rismaharini Memaafkan Zikria yang Sebut Dirinya Kodok Betina, Ini Kabar Terbaru. Wali Kota Risma dan Zikria Dzatil, Penghina Risma yang Menangis setelah Ditangkap, Senin (3/2/2020). (surya/Firman Rochmanudi/dok.suryan) 

Alasan Wali Kota Tri Rismaharini Memaafkan Zikria yang Sebut Dirinya Kodok Betina, Ini Kabar Terbaru

Zikria sempat hendak menghilangkan jejak dengan menggunting sim card dan mereset handpone setelah menghapus akun facebooknya.

TRIBUN-MEDAN.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya memaafkan, Zikria Dzatil, wanita yang telah menghinanya di media sosial.

Meskipun dihujat dengan sebutan 'kodok betina' dengan besar hati Risma memaafkannya. 

Risma beralasan sesama manusia harus saling memaafkan. 

Terkait sebutan kodok yang dialamatkan padanya, Risma sudah melupakannya. 

"Saya dibilang kodok. Coba berpikir jika anak kita, keluarga kita disebut kodok bagaimana? Tapi karena dia minta maaf, saya harus memaafkan," tandas Risma. 

Pengabulan maaf Risma itu disaksikan banyak media. Dalam pemberian maaf itu, Risma didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, Sekdakot Hendro Gunawan dan seluruh staf dan Kepala Dinas.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolrestabes dan seluruh stafnya saat penyampaian pemberian maaf kepada penghina dirinya, Rabu (5/2/2020).
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolrestabes dan seluruh stafnya saat penyampaian pemberian maaf kepada penghina dirinya, Rabu (5/2/2020). (SURYA.co.id/Nuraini Faiq)

Alasan Risma Melapor

Di kesempatan itu, Risma juga membeber alasannya melaporkan pemilik akun tersebut.

"Pertama yaitu pribadi saya karena kalau saya kodok, berarti orang tua saya kodok, saya gak kepengen orang tua saya direndahkan," kata Risma saat menggelar konferensi pers di kediaman Wali Kota di Jalan Sedap Malam, Rabu (5/2/2020).

Risma mengatakan, pelaporan itu pun ditegaskan dia merupakan atas nama pribadinya.

Selain itu, Risma mengatakan juga terdapat dorongan dari warga Surabaya yang merasa tidak terima atas ujaran akun Zikria Dzatil di facebook tersebut.

"Saya laporkan pribadi bukan atas nama siapa pun," ujarnya menegaskan.

Menurut Risma, sebenarnya dirinya tak ingin kasus ini terbuka ke publik.

Hanya saja, terdapat gelombang aksi dari warga Surabaya yang akhirnya memaksa kepolisian membuka kasus ini.

"Saya kaget, salah apa saya disebut kodok," terang Risma.

Sebagaimana diketahui, kasus ini menjadi perhatian publik belakangan ini.

Saat ini, pemilik akun Zikria Dzatil itu telah diamankan oleh Polrestabes Surabaya.

Selain sudah memaafkan penghina dirinya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga meminta seluruh warga Surabaya untuk ikut memaafkan Zikria Dzatil.

Zikria Dzatil Menangis Sebut Risma 'Bunda'

Sebelumnya, Terekam dalam video, penghina Risma menangis dan merengek minta Bunda Risma memaafkan kesalahannya karena emosi terpancing info di medsos.

Zikria Dzatil ditangkap di rumahnya, Minggu (2/2/2020) setelah polisi menelusuri akun Facebook yang melakukan ujaran kebencian terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Meski menyesali perbuatannya, Zikria terancam hukuman 6 tahun penjara lantaran jeratan pasal 28 ayat (2) jo pasal 45a ayat (2) tentang UU ITE.

Ia tak menyangka jika tulisan di postinganya bakal mengantarkannya ke balik jeruji besi.

Akun Zikria pun lenyap, seiring berita tentang laporan polisi kepadanya gencar di media mainstream, baik media cetak, online dan televisi.

"Saya ketakutan, seperti dikejar-kejar, banyak orang bully saya. Banyak juga yang teror anak saya. Saya ini cuma ibu rumah tangga biasa," kata Zikria.

Dengan kejadian ini, Zikria ingin menunjukkan diri sebagai seorang yang bertanggung jasab atas apa yang diperbuatnya.

"Saya ingin menunjukkan diri, bahwa saya tidak seperti yang masyarakat Surabaya pikirkan. Ini cukup pelajaran buat saya," tandasnya.

Zikria Dzatil mengaku menyesal atas perbuatannya.

Perempuan 43 Tahun itu terisak ketika menyampaikan permohonan maaf kepada Tri Rismaharini.

Sambil terisak, Zikria memanggil Risma yang sempat dihinanya itu dengan panggan Bunda.

"Saya meminta maaf, saya sama sekali tidak ada maksud menghina bunda Risma. Maafkan saya Bunda, saya menyesal," sebut Zikria sambil menitihkan air matanya dihadapan wartawan.

Zikria juga menyebut jika perkataan di media sosial itu ditulisnya hanya sekedar emosi dan terbawa situasi di media sosial.

"Saya ingin menunjukkan bahwa siapa saya sebenarnya.

Saya seperti itu hanya karena situasi di media sosial.

Saya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Maafkan saya bunda Risma," tambahnya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

"Atas kejadian ini, kita semua bisa belajar. Kami imbau agar masyarakat lebih santun dan bijak dalam menggunakan media sosial," kata Sandi,Senin (3/2/2020).

Zikria ditangkap polisi saat berada di rumahnya, di Perumahan Mutiara Bogor Raya, RT 04 RW 16, Bogor Timur,Bogor, Jumat (31/1/2020) malam.

Sakit hati kepala daerah dihujat

Zikria Dzatil saat di Mapolrestabe Surabaya, Senin (3/2/2020).
Zikria Dzatil saat di Mapolrestabe Surabaya, Senin (3/2/2020). (SURYA.co.id/Firman Rachmanudin)

Meski tak sebut alasan menghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di depan wartawan, polisi menyampaikan hasil pemeriksaan tersangka Zikria Dzatil mengarah pada dukungan terhadap salah satu kepala daerah

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, mengatakan Zikria tersulut emosi ketika banyak orang membully salah satu kepala daerah di media sosial terkait penanganan banjir.

"Motifnya karena salah satu kepala daerah sering dibully netizen. Ia (Zikria) lalu tersulut emosinya," kata Sudamiran.

Sementara itu, Zikria yang ditangkap unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, yang dipimpin Iptu Arief Rizki Wicaksana, Jumat (31/1/2020) di rumahnya hanya bisa menangis karena menyesali perbuatannya.

Ia tak mengira, jika akan mendekam di balik jeruji besi karena postingannya tersebut di media sosial facebook viral.

Bahkan, Zikria sempat hendak menghilangkan jejak dengan menggunting sim card dan mereset handpone setelah menghapus akun facebooknya.

"Saya berusaha menunjukkan diri saya, bahwa saya tidak seperti yang masyarakat Surabaya pikirkan. Saya hanya ibu ruma tangga biasa, sampai anak saya ketakutan. Saya menyesal, saya mohon maaf bunda. Tolong maafkan saya bunda Risma," sebut Zikria saat mengenakan baju tahanan di Polrestabes Surabaya.

Akibat perbuatannya itu, Zikria sementara harus berpisah dengan suami dan ketiga anaknya yang salah satunya masih berusia 2 tahun.

#Alasan Wali Kota Tri Rismaharini Memaafkan Zikria yang Sebut Dirinya Kodok Betina, Ini Kabar Terbaru

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Alasan Risma Memaafkan Zikria Dzatil Meski Disebut Kodok Betina, Terkuak Fakta Sebenarnya Melapor


Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved