Akhyar Uji Coba Lintasan Transportasi Massal Skema BTS yang Akan Dioperasikan

Uji coba BTS akan berlangsung selama satu tahun. Pada masa uji coba tersebut, masyarakat dapat menggunakannya secara gratis.

DOK. Humas Pemerintah Kota Medan
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution, melakukan uji coba lintasan transportasi massal skema Buy The Service (BTS), Rabu (6/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution, melakukan uji coba lintasan transportasi massal skema Buy The Service (BTS), Rabu (6/2/2020).

Uji coba dilakukan menyusul rencana pengoperasioan sistem BTS, di 81 unit bus Medan pada April mendatang.

Bus yang akan dioperasikan berkapasitas 19 seat, dan 15 orang untuk berdiri. Bus tersebut tidak memiliki kondektur. Hanya terdapat supir yang mengemudi.

“Moda transportasi ini berteknologi. Jadi setiap melintasi traffic light, lampu langsung berubah hijau sehingga bus tidak berhenti,” kata Akhyar, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Uji coba BTS akan berlangsung selama satu tahun. Pada masa uji coba tersebut, masyarakat dapat menggunakannya secara gratis.

“Meski demikian, untuk dapat menggunakannya masyarakat tetap harus memakai kartu e-money. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat  agar terbiasa,” kata Akhyar.

Ketika beroperasi, secara tepat waktu bus akan berangkat setiap 10 menit sekali. Meski tidak ada penumpang, bus akan tetap berjalan dan berhenti di setiap halte atau bus stop. Kelak, bus skema BTS akan memiliki 400 halte atau bus stop.

“Tempat yang tidak dapat dibangun halte, menggunakan bus stop,” kata Akhyar.

Terdapat 5 lintasan koridor yang disiapkan untuk kelancaran BTS Medan. Koridor 1 melayani rute Terminal Pinang Baris-Lapangan Merdeka sepanjang 9,7 kilometer (km) dengan 46 buah halte dan 11 unit bus besar.

Koridor 2 melayani rute Lapangan Merdeka-Terminal Amplas dengan jarak sekitar 9,6 km dengan 56 halte dan 11 unit bus besar.

Koridor 3 melayani rute Belawan-Lapangan Merdeka sepanjang 24,1 km dengan 112 halte dan 21 unit bus besar.

Koridor 4 melayani rute Tuntungan-Lapangan Merdeka sepanjang 18,1 km dengan 87 halte dan 17 unit bus besar.

Sementara itu, koridor 5 melayani rute Tembung-Lapangan Merdeka sepanjang 8,3 km dengan 42 halte dan 10 unit bus besar. Jarak halte atau bus stop satu dengan lainnya sekitar 500 meter.

Akhyar melakukan uji coba pada lintasan koridor 2. Bersama rombongan, Akhyar memulai uji coba dari Lapangan Merdeka menggunakan dua unit bus.

Pengujian dilakukan untuk melihat kelancaran, dan waktu tempuh bus. Dengan kecepatan normal, diketahui bus membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke Terminal Amplas.

“Alhamdulillah, kami mengusulkan 8, tapi 5 koridor yang disetujui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Insyaallah (koridor) akan terus berkembang," kata Akhyar, setibanya di Terminal Amplas.

"Kemudian, Terminal Amplas saat ini sedang dalam proses tender. Rencananya awal April mulai pembangunan. Nantinya Terminal Amplas akan memiliki fasilitas setaraf bandara,” tambah  Akhyar.

Sementara itu, usai uji coba Kasubdit Angkutan Massal Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Hadi Setyabudi mengatakan, pihaknya memberi bantuan kepada kota-kota besar di Indonesia termasuk Medan, melalui program pengembangan angkutan massal skema BTS.

“Kemenhub menyediakan anggaran Rp 50 miliar untuk moda transportasi massal skema BTS di Kota Medan. Berarti anggaran 1 koridor sebesar Rp 10 miliar,” kata Hadi.

Akhyar pun berharap, hadirnya moda  transportasi massal BTS dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat, serta mengurai kemacetan.

Akhyar menambahkan, jika ke depannya sistem tersebut berjalan lancar, akan dilakukan pembangunan interkoneksi antar moda guna memudahkan masyarakat

“Jadi tidak ada yang dirugikan dalam sistem ini,” kata Akhyar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved