Jokowi Resmikan Monumen Fatmawati, Inilah Detik-detik Fatmawati Menjahit Sang Saka Merah Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Museum dan Monumen Pahlawan Nasional Ibu Agung Hj. Fatmawati Sukarno, Rabu (5/2/2020).

Editor: Tariden Turnip
facebook/pemprov bengkulu
Jokowi Resmikan Monumen Fatmawati, Inilah Detik-detik Fatmawati Menjahit Sang Saka Merah Putih. Menko Puan foto bareng Mensos Juliari Batubara dan Menseskab Pramono Agung di Museum Fatmawati Bengkulu yang diresmikan Presiden Jokowi, Rabu (4/2/2020) 

Tepatnya Ibu lupa. Pokoknya kira-kira medio Oktober 1944.

Seingat Ibu bendera itu Ibu selesaikan sedikit demi sedikit, lebih kurang 2 hari lamanya, berhubung waktu itu Ibu sedang dalam keadaan hamil tua mengandung putra Ibu pertama nanda Tok.

Ibu menjahit bendera itu sendiri saja.

Sekitar proklamasi itu pengalaman apa yang paling tak bisa dilupakan oleh Ibu atau yang paling mengesangkan hingga kini?

Yang paling berkesan antara lain adalah saat Bapak membacakan teks Proklamasi di mana sesudahnya hadirin banyak yang mencucurkan air mata.

Selain itu juga perjalanan ke Rengasdengklok.

Kecuali menjahit bendera, Ibu tentu ikut berperan dalam hari-hari bersejarah itu?

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Ibu lebih banyak bertugas dalam mempersiapkan dapur umum untuk pemuda-pemuda dan anak-anak pejuang yang menjaga Bapak di Pegangsaan Timur 56.

Ibu mempersiapkan ini hanya dibantu oleh beberapa orang pembantu rumah tangga.

Masih ingatkah Ibu malam dan pagi menjelang detik Proklamasi itu. Apa saja yang malam itu Ibu lakukan dan pagi itu juga?

Baiklah. Ibu mulai saja dari kejadian-kejadian sesudah Rengasdengklok tanggal 16 Agustus 1945.

Setibanya kembali di Jakarta Ibu didrop di rumah Bung Hatta. Di situ Bapak pamit mau ke rapat bersama-sama Bung Hatta.

Rapatnya di mana ibu tak tahu waktu itu. Kemudian baru Ibu tahu bahwa mereka pergi ke rumah Laksamana Maeda.

Seperginya Bapak dan Bung Hatta, Ibu menelepon rumah Pegangsaan Timur 56 minta dijemput sopir dan setelah datang Ibu kemudian pulang ke rumah bersama Guntur.

Malam-malam baru Bapak datang dari rapat dan sambil masuk kamar untuk menulis teks berkata, “Besok kita memproklamirkan Kemerdekaan kita.”

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved