News Video

Cegah Dini Terduga TBC, Lewat Cara Kontak Investigasi TB Care

Tuberkulosis yang dulu dikenal TBC, saat ini disebut TB merupakan penyakit menular yang menyerang seluruh golongan masyarakat.

Editor: M.Andimaz Kahfi

Cegah Dini Terduga TBC, Lewat Cara Kontak Investigasi TB Care 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tuberkulosis yang dulu dikenal TBC, saat ini disebut TB merupakan penyakit menular yang menyerang seluruh golongan masyarakat.

Mengakibatkan menurunnya produktivitas, terjadinya kecacatan dan kematian yang berdampak pada kekuatan dan ketahanan keluarga dan masyarakat.

Kepala SR (Sub Recipient) TBC-HIV 'Aisyiyah, Dra Zubaidah Pohan mengatakan, pihaknya mulai berkiprah di bidang pengendalian TBC dengan bantuan The Global Fund/GFATM

Dengan menjadi SR atau penerima dana sekunder dari Principal Recipient/PR-GF ATM Kementerian Kesehatan sebagai penerima dana utama.

"Aisyiyah diamanahkan pimpinan pusat melalui program Penanggulangan TB (Community TB Care) ‘Aisyiyah untuk Sumatera Utara ada programnya di tujuh kabupaten kota yakni Medan, Deliserdang, Langkat, Karo, Simalungun, Labuhan Batu dan Asahan," ucap Zubaidah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Selasa (4/2/2020).

Diakuinya, Aisyiyah sudah menangani program TB Care sejak tahun 2009 lalu dan masih berlanjut hingga saat ini.

"Alhamdullilah banyak masyarakat yang sudah mengenal apa itu Aisyiyah, Aisyiyah konsen untuk membantu masyarakat dalam memberikan penyuluhan serta memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan," ungkapnya.

Kata Zubaidah, pihaknya juga konsen membentuk dan melatih kader kader. Para kader ini tidak hanya dari Aisyiyah, tapi juga dari masyarakat umum.

"Khusus untuk TB ini betul betul kita konsen dengan membentuk dan melatih kader kader yang diambil tidak hanya dari anggota Aisyiyah tapi juga masyarakat umum. Peran kita memberikan pendampingan kepada pasien untuk melakukan pengobatan," ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya juga melakukan indeks investigasi kontak suspect pasien. Kegiatan kontak investigasi untuk mendeteksi dini terduga TBC.

Dengan investigasi kontak yang dilakukan Aisyiyah ini banyak ditemukan pasien pasien TB.

"Melalui investigasi suspect pasien ini kita melihat ada peningkatan pasien. Kita berharap penyakit TB ini akan hilang karena Aisyiyah
berprinsip ingin memutuskan mata rantai penularan TB ini," ungkapnya.

Dikatakannya, adapun gejala TB yakni batuk terus menerus dan berdahak selama dua minggu atau lebih, berat badan menurun, nafsu makan berkurang, berkeringat di malam hari tanpa melakukan kegiatan, sesak nafas, nyeri di dada, lemas, demam atau meriang berkepanjangan.

Apabilai sudah tertular maka harus  melakukan pengobatan yang rutin sesuai degan aturan yang ditetapkan antara enam sampai delapan bulan untuk penyakit TB yang sensitif.

"Pengobatan itu harus rutin mereka lakukan karena jika ada putus pengobatan maka pengobatannya itu akan kembali ke awal kembali," kata Zubaidah didampingi
Koordinator Program TBC-HIV Care Aisyiyah Sumatera Utara, Sri Maharani Arfiani, SE, MAk.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved