Penampakan Lokasi Isolasi WNI dari Wuhan di Pangkalan Militer Natuna yang Ditolak Warga dan Pemkab

Warga dan Pemkab Natuna menolak keputusan pemerintah menjadikan Natuna sebagai lokasi karantina WNI dari Wuhan.

Editor: Tariden Turnip
DOK YULIUS PILIANG
Penampakan Lokasi Isolasi WNI dari Wuhan di Pangkalan Militer Natuna yang Ditolak Warga dan Pemkab. Warga Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau mendatangi Koramil menolak daerahnya dijadikan lokasi karantina 243 WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China. 

Ngesti mengatakan, pemerintah pusat tidak berkoordinasi dalam memutuskan kebijakan itu.

Padahal, WNI di Wuhan akan ditempatkan di kawasan perkotaan di Natuna.

Karena itu, kata Ngesti, Pemkab Natuna sudah menyampaikan penolakan itu kepada pemerintah pusat. Penolakan disebabkan kebijakan itu dipaksakan dilaksanakan di Natuna.

"Ada kesan, ada pemaksaan kehendak, karena kami baru tahu," katanya.

Ngesti mengungkapkan, penolakan bukan hanya dari Pemkab Natuna saja, tetapi juga dari DPRD dan masyarakat Natuna yang menolak kebijakan pemerintah pusat itu.

Sampai hari ini, masyarakat Natuna masih melakukam demonstrasi menolak kebijakan tersebut.

"Ini kebijakan dadakan, yang tidak pernah disampaikan kepada kami sebelumnya. Kami tidak mengetahui apa alasannya," ujarnya.

Ngesti menjelaskan, semestinya pemerintah pusat tidak menjadikan Natuna sebagai tempat isolasi WNI dari Wuhan.

Kalau dikatakan WNI di Wuhan itu aman, semestinya tidak ditempatkan di Natuna.

"Tetapkan daerah yang lebih baik, dengan fasilitas kesehatan yang memadai," ungkapnya.

Namun, pemerintah pusat tetap memutuskan Natuna sebagai daerah karantina, yakni di hanggar Bandara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna sebagai lokasi isolasi.

Bahkan, di lokasi hanggar Lanud, sudah didirikan tenda-tenda dengan peralatan medis serta diobservasi oleh tim medis dan psikolog.

Tempat yang disiapkan untuk menampung warga Indonesia dari Wuhan, di dalam hanggar di Lapangan Udara Raden Sadjad di Pulau Ranai, Natuna, Kepulauan Riau.
Tempat yang disiapkan untuk menampung warga Indonesia dari Wuhan, di dalam hanggar di Lapangan Udara Raden Sadjad di Pulau Ranai, Natuna, Kepulauan Riau. (BNPB)

Tenda itu nantinya dipergunakan untuk melakukan pemeriksaan kepada para WNI tersebut sebelum akhirnya dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Pemerintah melalui Kemenkes juga menurunkan tim medis selama perawatan pada proses karantina.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, penempatan sementara bagi WNI dari Wuhan di Natuna tersebut bukanlah tanpa alasan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved