Medan Masih Aman dari Virus Corona, Ini Imbauan dr Erwin untuk Pencegahan

Virus corona menjadi momok di beberapa negara karena memicu timbulnya pneumonia (peradangan akut di jaringan paru) dapat menyebabkan pasien meninggal

Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Kadis Kesehatan Kota Medan Dr Edwin Effendi 

TRIBUN-MEDAN.com - Virus corona menjadi momok di beberapa negara karena memicu timbulnya pneumonia (peradangan akut di jaringan paru) dapat menyebabkan pasien meninggal dunia.

Kadis Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi mengungkapkan bahwa sampai saat ini Medan masih bebas dan aman dari virus corona.

"Sejauh ini belum ada satu pun warga Kota Medan yang terjangkit virus corona," tuturnya di Kantor Dinkes Medan, Petisah, Medan, Selasa (28/1/2020).

Ia mengimbau kepada masyarakat agar berjaga-jaga untuk memperkuat imun tubuh dan mengenali penyakit mematikan tersebut.

"Masyarakat harus dapat mengenali ciri-ciri awal yang diindikasi sebagai gejala corona virus, seperti demam, lemas, batuk kering dan sesak nafas."

Pengakuan Penderita Virus Corona Sembuh dari Kritis, Cermat Ditangani Dokter, Awalnya Pusing & Flu

"Terutama, usia lanjut dan balita karena sangat rentas terjangkit corona virus. Masa inkubasi penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun rata-rata gejala timbul setelah 2-14 hari," tambah Edwin.

Lebih lanjut, Edwin membeberkan bahwa penularan dapat terjadi manusia ke manusia. Hingga saat ini, akunya, belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.

"Masyarakat harus meningkatkan pola hidup bersih dan sehat sebagai salah satu upaya pencegahannya," bebernya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk melaukan pencegahan yang dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan tangan secara rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata. Selain itu kebersihan tangan dilakukan setelah memegang instalasi publik.

"Caranya cuci tangan dengan sabun dan bilas tangan dengan air mengalir selama 20 detik. Lalu keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas ccuci tangan. Bisa menggunakan sanitizer alcohol 70-80 persen," tambahnya.

Kemudian, pencegahan dapat dilakukan dengan menutup mulut dan hidup dengan tisu atau sapu tangan ketika bersin maupun batuk.

"Gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika memiliki gejala sesak nafas. Istirahat bila sedang sakit, serta konsumsi buah dan sayur minimal tiga kali per hari dan makan makanan bergizi lainnya," tutur Edwin.

Ia juga meminta masyarakat untuk menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran pernafasan.

"Cuci tangan setelah melakukan kontak dengan pasien dan lingkungannya. Hindari menyentuh hewan liar atau unggas, serta patuhi petunjuk keamanan makanan dan auran kebersihan."

"Setelah kembali dari daerah outbreak, saya minta masyarakat yang bersangkutan segera konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lainnya. Jangan lupa beritahu dokter tentang riwayat perjalanan dan gunakan masker untuk mencegah penulan penyakit ke orang lain," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved