Pengakuan Penderita Virus Corona Sembuh dari Kritis, Cermat Ditangani Dokter, Awalnya Pusing & Flu

Pengakuan Penderita Virus Corona Sembuh dari Kritis, Cermat Ditangani Dokter, Awalnya Pusing & Flu

Editor: Salomo Tarigan
dailymail/pear
Pengakuan Penderita Virus Corona Sembuh dari Kritis, Cermat Ditangani Dokter, Awalnya Pusing & Flu 

T R I B U N-MEDAN.com -Pengakuan Penderita Virus Corona Sembuh dari Kritis, Cermat Ditangani Dokter, Awalnya Pusing & Flu.

//

Seorang pasien laki-laki berusia 23 tahun sembuh dari virus corona, setelah alami kritis.

Perawat Menangis Diludahi Pasien Demam, Cerita Lain Setelah Dokter Meninggal Akibat Virus Corona

PERSIB HARI INI: Kabar Bonus Pemain Persib Sebelum Kompetisi Esteban Vizcarra dan Omid Nazar

Pria yang berasal dari keluarga Huang tersebut awalnya pergi ke rumah sakit karena sakit kepala, pusing, dan kondisi badan yang lemah.

Saat diperiksa pihak rumah sakit, tubuh pasien itu ditemukan infeksi virus corona dengan gejala yang menyerupai flu.

"Saya pulih tercepat karena saya masih muda. Saya baru berusia 23," kata pria yang tidak diketahui namanya itu (panggil Huang) dalam sebuah wawancara, dilansir Daily Mail.

Menurut Huang, kesembuhannya tersebut dapat berlangsung cepat karena usianya yang masih muda dan mendapat perawatan cermat baik dari saudara perempuannya dan juga dokter.

PERSIB HARI INI: Kabar Bonus Pemain Persib Sebelum Kompetisi Esteban Vizcarra dan Omid Nazar

Diketahui, ia seorang pekerja di Stasiun Kereta Hankou dan tinggal di kota Wuhan di mana tempat virus corona mematikan itu berasal.

Perawat Menangis Diludahi Pasien Demam, Cerita Lain Setelah Dokter Meninggal Akibat Virus Corona

Tempat ia bekerja tersebut berada di pusat transportasi yang terletak satu kilometer (0,6 mil) bagian barat dari Pasar Grosir Makanan Laut Huanan.

PERSIB HARI INI: Kabar Bonus Pemain Persib Sebelum Kompetisi Esteban Vizcarra dan Omid Nazar

Padahal dikabarkan Pasar Grosir Huanan tersebut merupakan tempat yang dianggap sumber dari berkembang biaknya virus corona yang mengancam jiwa.

Gambar ini dirilis oleh Rumah Sakit Pusat Wuhan menunjukkan petugas medis yang mengenakan jas bahan berbahaya seluruh tubuh merawat satu pasien yang telah terinfeksi oleh virus mematikan baru.
Gambar ini dirilis oleh Rumah Sakit Pusat Wuhan menunjukkan petugas medis yang mengenakan jas bahan berbahaya seluruh tubuh merawat satu pasien yang telah terinfeksi oleh virus mematikan baru. (Wuhan Central Hospital Weibo)

Huang menjelaskan, pertama kali merasakan gejala sakit sejak 24 Desember 2019, hingga akhirnya kondisinya memburuk pada hari berikutnya.

Ia pun menceritakan awal dirinya divonis dokter terkena infeksi virus corona.

"Saya menderita demam berulang kali sejak 28 Desember dan 2 Januari dan dirawat di karantina," kata Huang.

Ia sempat berpikir bahwa penyakit yang dideritanya saat itu hanyalah flu biasa.

Maka pada saat itu ia sempat mengambil cuti sakit dari tempat kerja untuk melakukan periksa menuju rumah sakit terdekat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved