TRIBUN-MEDAN-WIKI: Mengenal Sejarah dan Kemegahan Masjid Raya Al Mashun di Medan

Masjid Raya Al Mashun menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Medan.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Wisatawan foto bersama dengan latar belakang bangunan bersejarah Masjid Raya Al-Mashun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/8/2019).Tribun Medan/Riski Cahyadi 

Saat ini jumlah pengurus Masjid Raya Al Mashun kurang lebih 10 orang dan memiliki Imam Khatib 33 orang. Biasanya Masjid Raya Al Mashun bukal mulai pukul 04.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, namun jika ada acara tertentu bisa beroperasi sampai 24 jam.

Masjid Raya Al Mashun, di Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, hari Kamis (28/2/2019)
Masjid Raya Al Mashun, di Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, hari Kamis (28/2/2019) (TRIBUN MEDAN/AHKCYAR GIANTORO)

Al Quran di Masjid Raya Al Mashun Medan

Ada tiga Al-Quran di Masjid Raya Al Mashun, yang merupakan Al-Quran tertua sekaligus terbesar di Kota Medan. Al-Quran tersebut terletak di dalam ruangan Masjid Raya Al Mashun Medan, tepatnya di dalam rak besar dengan penutup kaca.

Konon Al-Quran tersebut diduga sudah berusia ratusan tahun, bahkan lebih tua daripada Masjid Raya Al Mashun.

Al-Quran yang berusia ratusan tahun itu terbuat dari bahan kertas kulit kayu yang ditulis tangan.

Pengunjung bisa memperhatikan tulisan Al-Quran dari jarak dekat, untuk memastikan bahwa Al-Quran tersebut tulisan tangan atau tidak. Namun, pengunjung tidak bisa menyentuh atau memegang Al-Quran itu.

Badan Kemakmuran Masjid sudah mengeluarkan larangan karena dikhawatirkan akan merusak Al-Quran tersebut.

Larangan itu bukan tanpa alasan. Dua dari tiga Al-Quran tertua di Masjid Raya Al Mashun ini sudah rusak akibat sering dipegang oleh pengunjung.

Sebelumnya, ketiga Al-Quran tersebut bisa disentuh serta dipergunakan. Namun, karena terjadi kerusakan pada dua Al-Quran maka pihak dari Masjid mengamankannya dengan meletakkan di rak besar.

Al-Quran tertua dan terbesar di Kota Medan yang berada di Masjid Raya Al Mashun, Medan.
Al-Quran tertua dan terbesar di Kota Medan yang berada di Masjid Raya Al Mashun, Medan. (Tribun-Medan.com/Aqmarul Akhyar)

Walaupun sudah berusia ratusan tahun dan terletak di rak tersebut, satu di antara Al-Quran tersebut masih utuh dan bisa dibaca secara jelas. Akan tetapi sampai saat ini belum diketahui pasti tentang asal-usul Al-Quran tertua tersebut. Sebab, belum adanya bisa menerjemahkan bahasa mukadimah dari Al-Quran tersebut. Kabarnya, bahasa di Al-Quran tersebut merupakan bahasa Urdu dan Parsi.

Pihak Masjid pun berharap adanya arkeolog atau peneliti yang bisa menerjemahkan Al-Quran tersebut. Tetapi, hasil terjemahaannya diberikan kepada pihak Masjid agar bisa memberikan informasi tentang Al-Quran tersebut ke masyarakat yang datang ke Masjid Raya Al Mashun.

Sumber: Muhammad Hamdan sebagai Pengurus Masjid Al Mashun Kota Medan

(cr22/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved