Akhirnya Iran Mengakui Tembak Jatuh Pesawat Ukraina dan Penyebabnya, Sempat Dibantah

Akhirnya Iran Mengakui Tembak Jatuh Pesawat Ukraina dan Penyebabnya, Sempat Dibantah

Editor: Salomo Tarigan
AFP/ROUHOLLAH VAHDATI VIA KOMPAS.COM
Akhirnya Iran Mengakui Tembak Jatuh Pesawat Ukraina dan Penyebabnya, Sempat Dibantah 

Menurut Interfax-Ukraina, seperti dikutip Wartakotalive dari akun Twitter Aviation Newsroom, identitas dua orang itu tidak disebutkan, dan hanya diketahui mereka bukan warga Ukraina.

 Fadli Zon Bilang Prabowo Tidak Lembek Soal Natuna, tapi Realistis

Kabar mengejutkan lainnya, sumber-sumber Iran men-tweet foto menyerupai kepala rudal yang ditemukan di dekat lokasi kecelakaan pesawat Ukraina International Airlines 752.

Sebelumnya, Iran tidak akan menyerahkan kotak hitam pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraina International Airlines, yang jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Teheran.

Sampai sekarang, penyebab kecelakan itu masih belum jelas.

Dikutip dari bbc.co.uk, Kamis (9/1/2020), semua penumpang yang berjumlah 176 orang, termasuk awak pesawat, tewas dalam insiden tersebut.

5 Mata Uang Asing dan Uang Rp 1 Miliar Disita KPK dari Hasil Penggeledahan Kasus Suap Bupati Ini

Di bawah aturan penerbangan global, Iran memiliki hak untuk memimpin penyelidikan.

Kecelakaan itu terjadi beberapa jam setelah Iran melepaskan lebih dari selusin rudal balistik ke pangkalan udara AS di Irak.

Di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, belum satupun bukti mengerucut terkait kedua peristiwa tersebut.

Respons Pihak Rektorat UKI soal Dua Mahasiswanya Gugat UU LLAJ hingga Singgung Jokowi Tak Ditilang

Biasanya, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) akan berperan dalam penyeliikan internasional yang melibatkan Boeing buatan AS.

Tetapi, hal tersebut baru bisa dilakukan atas izin dan harus selaras dengan undang-undang negara asing yang bersangkutan.

Dalam sebuah komentar yang diterbitkan Kantor Berita Mehr Iran, Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran (CAO) Ali Abedzadeh menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan kotak hitam Boeing 737-800 milik Ukraina, baik kepada pihak maskapai maupun Amerika Serikat.

5 Mata Uang Asing dan Uang Rp 1 Miliar Disita KPK dari Hasil Penggeledahan Kasus Suap Bupati Ini

Alasannya, di bawah otoritas penerbangan global, pihaknya memiliki wewenang untuk menyelidiki insiden tersebut.

Namun, Ali Abedzah mengizinkan apabila pihak Ukraina ingin terlibat dalam proses penyelidikan.

"Kami tidak akan memberikan kotak hitam kepada pabrik dan Amerika."

"Kecelakan ini akan diselidiki oleh organisasi penerbangan Iran, tetapi Ukraina juga bisa hadir," katanya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved