China Bereaksi, Indonesia Kirim Pesawat Tempur Patroli di Natuna, Prabowo: Bikin Pangkalan Militer

China Bereaksi, Indonesia Kirim Pesawat Tempur Patroli di Natuna, Prabowo: Bikin Pangkalan Militer

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Tribun Medan
China Bereaksi, Indonesia Kirim Pesawat Tempur Patroli di Natuna, Prabowo: Bikin Pangkalan Militer 

China Bereaksi, Indonesia Kirim Pesawat Tempur Patroli di Natuna, Prabowo: Bikin Pangkalan Militer

T R I B U N-MEDAN.com - China Bereaksi, Indonesia Kirim Pesawat Tempur Patroli di Natuna, Prabowo: Bikin Pangkalan Militer

//

REYNHARD Sinaga Bisa Pengaruhi Korbannya Kurang dari 60 Detik, Psikolog Seksual Amirin Beri Analisis

Teddy Akhirnya Bicara Wasiat Lina (Mantan Istri Sule), Pesan Mengharukan Lina Diungkap Suami

Presiden Joko Widodo bertolak ke Natuna saat China mengklaim
Presiden Joko Widodo bertolak ke Natuna saat China mengklaim (IST)

Kementerian Luar Negeri China memberikan pernyataan terbaru terkait sengketa Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

 Asam URAT- Sejumlah Makanan tak Boleh Dimakan, Bukan Cuma Jeroan, Kacang Penyebab & Gejala Asam Urat

 Pengakuan Reynhard Sinaga Bekerja di Manchester United, Manajemen Setan Merah Langsung Merespons

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Indonesia memperkuat penjagaan di Perairan Natuna.

Tidak hanya kapal, Indonesia juga mengirim pesawat tempur untuk melakukan patroli di Natuna.

TNI mengerahkan pesawat F-16 untuk pengamanan area perairan Natuna
TNI mengerahkan pesawat F-16 untuk pengamanan area perairan Natuna (YouTube KompasTV)

Hal ini bermula saat wartawan menanyakan sikap China atas Laut Natuna setelah militer Indonesia mengirim jet tempur dan kapal perang ke Natuna.

 Asam URAT- Sejumlah Makanan tak Boleh Dimakan, Bukan Cuma Jeroan, Kacang Penyebab & Gejala Asam Urat

Juru Bicara Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Geng Shuang mengatakan pihaknya memantau perkembangan di Natuna. 

Menurut Gheng Shuang, China memiliki kedaulatan di wilayah Natuna. 

Juru Bicara Menteri Luar Negeri China, Geng Shuang
Juru Bicara Menteri Luar Negeri China, Geng Shuang (fmprc.gov.cn)

Meski demikian, ia mengaku ada perbedaan klaim di wilayah Laut China Selatan antara China dan Indonesia. 

Terkait hal ini, China meminta agar Indonesia tetap tenang. 

"Kami berharap Indonesia tetap tenang," katanya sebagaimana dikutip dari dari situs Kementerian Luar Negeri China, fmprc.gov.cn. 

Lebih lanjut, Gheng Shuang mengatakan China ingin menyelesaikan perbedaan ini dengan cara yang tepat dan menjunjung tinggi hubungan bilateral kedua negara dengan mengedepankan perdamaian. 

"Faktanya, kami telah melakukan komunikasi satu sama lain mengenai masalah ini melalui saluran diplomatik (Indonesia-China)," ujar dia. 

Pernyataan terbaru China ini lebih lunak dibanding pernyataan sebelumnya. 

Pada pernyataan sebelumnya, China ngotot Natuna adalah wilayahnya. 

 Hasto Kristiyanto Angkat Bicara Tudingan Andi Arief, 2 Staf soal Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan

"Saya ingin menekankan bahwa posisi dan proposisi China mematuhi hukum internasional, termasuk UNCLOS.

Jadi apakah pihak Indonesia menerimanya atau tidak, tidak ada yang akan mengubah fakta objektif bahwa China memiliki hak dan kepentingan atas perairan yang relevan.

Apa yang disebut putusan arbitrase Laut China Selatan adalah ilegal, batal, dan tidak berlaku dan kami telah lama menegaskan bahwa Tiongkok tidak menerima atau mengakuinya.

Pihak Tiongkok dengan tegas menentang negara, organisasi atau individu mana pun yang menggunakan putusan arbitrase yang tidak sah untuk merugikan kepentingan Tiongkok," demikian pernyataan Gheng Shuang pada 3 Januari 2019 lalu.

 Pengakuan Reynhard Sinaga Bekerja di Manchester United, Manajemen Setan Merah Langsung Merespons

Dubes China Pastikan Konflik Natuna Tak Pengaruhi Investasi

Dalam kesempatan yang lain, Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, memastikan masalah di Natuna tidak pengaruhi investasi pihaknya ke Indonesia.

Menurut dia, permasalahan di Natuna bisa diselesaikan.

 Pengakuan Reynhard Sinaga Bekerja di Manchester United, Manajemen Setan Merah Langsung Merespons

"Kami punya hubungan yang sangat baik di banyak area, tapi teman baik kadang punya perspektif yang berbeda. Kami bisa menyelesaikan masalah ini. Kami memiliki komunikasi yang baik dan saya pikir masalah kami akan terselesaikan dengan baik," ucapnya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Rabu (8/1/2020) dikutip dari Kompas.com.

Kapal KN. Sarotama-P.112 tiba di Natuna
Kapal KN. Sarotama-P.112 tiba di Natuna (Kemenhub)

Dia mengatakan, pertikaian soal Natuna tidak akan memberi pengaruh kepada hubungan ekonomi kedua negara termasuk investasi China di Indonesia.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan kalau pertikaian di Natuna juga tidak memberi pengaruh terhadap ekonomi Indonesia.

"Enggak ada. Kayak kakak beradik kan suka juga gesekan," ucap dia di kesempatan yang sama.

 Smartphone Terbaru Realme 5i 2020, Tanggal Peluncuran di Indonesia, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Pesawat Temput hingga Kapal Perang Jaga Natuna

Sebelumnya, TNI AU mengirimkan 4 pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru untuk memperkuat patroli udara di Perairan Natuna.

Sementara Badan Keamanan Laut (Bakamla) berencana mengirimkan dua unit kapal perang tambahan ke Perairan Natuna.

Kepala Bakamla Laksmana Madya Achmad Taufiqoerrochman bersiap mengirim tambahan lagi 2 unit Kapal perang (KRI).

Upaya tersebut dilakukan untuk mengusir sekaligus mengimbangi kekuatan kapal China yang masih bertahan di Perairan Natuna.

Dua kapal perang KRI tersebut rencananya akan diberangkatkan dari Batam.

"Kita imbangi mereka, yang jelas saya akan memberangkatkan dua KRI dari Batam," kata Achmad seusai Rakorsus Pengamanan Laut di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020) sebagaimana dikutip dari T r i b u n B a l i .

Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan kapal perang Usman Harun di Puslabuh TNI AL d Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1/2020). Selain itu Jokowi juga mengadakan silaturahmi dengan para nelayan di Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa Natuna. TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan kapal perang Usman Harun di Puslabuh TNI AL d Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1/2020). Selain itu Jokowi juga mengadakan silaturahmi dengan para nelayan di Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa Natuna. TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO (TRIBUN/SETPRES/AGUS SUPARTO)

Achmad mengatakan, jumlah kapal China yang masuk perbatasan Indonesia masih belum bertambah.

Namun, diduga akan memperkuat dengan menambah atau mengganti kapal di Natuna, Kepulauan Riau.

"Kalau jumlah di situ tetap, tapi kelihatannya ada perkuatan.

Apakah perkuatan itu untuk memperkuat atau mengganti, nanti kita akan lihat.

Ada tiga coast guard, dua di utara. Apakah dua ditarik masuk, tetap tiga, atau memang ditambah," katanya.

Selain itu, Achmad menyampaikan, saat ini China menyiapkan kapal logistik yang juga diduga salah satu bentuk penguatan di laut Natuna.

"Ada juga saya lihat mereka (China) menyiapkan kapal logistik," ujarnya.

(*)

 Asam URAT- Sejumlah Makanan tak Boleh Dimakan, Bukan Cuma Jeroan, Kacang Penyebab & Gejala Asam Urat

 Smartphone Terbaru Realme 5i 2020, Tanggal Peluncuran di Indonesia, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dan Tribun Bali dengan judul "Dubes China: Masalah Natuna Tak Pengaruhi Investasi ke Indonesia" dan "Kapal China Bertahan di Laut Natuna, Bakamla Tambah 2 Kapal Perang & TNI AU Kirim 4 Jet Tempur F-16"

iap Bangun Pangkalan Militer Baru di Natuna dan Sejumlah Lokasi

T R I B U N-MEDAN.com - Prabowo - Kabar Prabowo Subianto Siap Bangun Pangkalan Militer Baru di Natuna dan Sejumlah Lokasi.

//

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut pemerintah bakal membangun pangkalan militer baru di sejumlah wilayah.

 VIRAL Undangan Pernikahan Unik bak Jurnal Ilmiah, Pasangan Bikin Gelar Doktornya Ditanggapi Warganet

 BERITA KESEHATAN: TIPS Mudah Atasi Kegemukan, Cara Melangsingkan Tubuh & Memilih Menu Makanan Malam

Selain di Natuna, Kepulauan Riau, pangkalan militer juga akan dibangun di wilayah Indonesia Timur.

"Wah tidak hanya di Natuna kita mau bikin pangkalan. Di Natuna, di Indonesia Timur, di beberapa tempat," kata Prabowo di Kompleks Istana Kepresidena Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Namun Prabowo tak merinci lokasi pasti pangkalan militer RI lainnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu hanya menyatakan pembangunan pangkalan militer terletak di wilayah strategis Indonesia.

"Ya saya bilang kami akan bangun pangkalan, tidak hanya di Natuna. Di beberapa tempat strategis seluruh Indonesia. Masa saya paparan pertahanan untuk kalian semua," ujarnya.

 VIRAL Undangan Pernikahan Unik bak Jurnal Ilmiah, Pasangan Bikin Gelar Doktornya Ditanggapi Warganet

 BERITA KESEHATAN: TIPS Mudah Atasi Kegemukan, Cara Melangsingkan Tubuh & Memilih Menu Makanan Malam

Saat ini Indonesia sudah memiliki pangkalan militer di Selat Lampa, Kabupaten Natuna.

Namun wacana untuk menambah pangkalan militer muncul usai sejumlah kapal China menerobos Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Padahal, perairan Natuna berdasarkan Konvensi United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Pemerintah Indonesia mencoba jalur diplomasi untuk menyelesaikan masalah ini dengan melayangkan nota protes terhadap China melalui Duta Besar yang ada di Jakarta.

Sementara itu, TNI dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI terus disiagakan di Perairan Natuna yang masuk dalam Provinsi Riau untuk memantau kondisi di sana

Terakhir, Presiden Joko Widodo turut ambil sikap.

Bersama sejumlah petinggi negara, ia mendatangi perairan Natuna dan menaiki KRI Usman Harun.

Dikritik Presiden PKS Sohibul Iman, Pembelaan Fadli Zon pada Menhan Prabowo soal Laut Natuna

T R I B U N-MEDAN.com - Dikritik Presiden PKS Sohibul Iman, Pembelaan Fadli Zon pada Menhan Prabowo soal Laut Natuna.

//

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon tak sepakat pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terkait persoalan Natuna disebut tak tegas.

 OTT KPK: 4 yang Orang Diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan KPK, Ada Komisioner KPU Wahyu Setiawan

 Cara Mudah Mengusir Tikus dari Rumah, Pakai Irisan Bawang hingga Gunakan Cengkeh Kering

Menurut Fadli, Prabowo menanggapi permasalahan di Natuna dengan realistis.

"Saya kira sebenarnya bukan lembek, tapi Pak Prabowo itu berusaha realistik, realistis dengan situasi yang ada," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Fadli menjelaskan, pernyataan realistis Prabowo adalah Indonesia sebenarnya tak mempunyai kekuatan di perairan Natuna.

 Kronologi Kasus Jiwasraya, Catatan BPK Penyebab Utama Gagal Bayar Polis dan Kerugian Negara

 OTT KPK: 4 yang Orang Diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan KPK, Ada Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah berusaha memperkuat kekuatan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) tersebut.

"Kita tidak mempunyai kekuatan-kekuatan secara de facto untuk melindungi wilayah kita, wilayah ekonomi kita yang ada di wilayah Natuna itu," ujarnya.

"Jadi Pak Prabowo berusaha untuk bagaimana kita berangkat dari realitas dan terus memperkuat kekuatan kita di sana," pungkasnya.

 Kronologi Kasus Jiwasraya, Catatan BPK Penyebab Utama Gagal Bayar Polis dan Kerugian Negara

 OTT KPK: 4 yang Orang Diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan KPK, Ada Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan bahwa permasalahan Natuna harus disikapi dengan cool dan santai.

"Kita cool saja, kita santai," ucapnya sembari berlalu yang ditemui di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Pernyataan Prabowo dikritik Presiden PKS Sohibul Iman.

Sohibul meminta, Prabowo menyikapi konflik Natuna sesuai pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang tegas menyatakan memperketat penjagaan dan menolak klaim China atas perairan Natuna.

"Ikuti saja seperti yang disampaikan ibu Retno. Jelas, ibu Retno pesannya jelas, diksi yang dipakai juga bagus. Jadi kalau diksinya dia sahabat, jangan dibesar-besarkan, itu ga ada ketegasan sama sekali, walau kemudian alasan ini adalah bagian dari diplomasi," ujarnya.

(*)

 Update Zuraida Hanum, Pengacara Tak tahu Prarekonstruksi di Rumah Hakim Jamal hingga ZH Tersangka

 OTT KPK: 4 yang Orang Diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan KPK, Ada Komisioner KPU Wahyu Setiawan

 Kronologi Kasus Jiwasraya, Catatan BPK Penyebab Utama Gagal Bayar Polis dan Kerugian Negara

Artikel ini dikutip dari kompas.com dan Prabowo . . . 

China Bereaksi, Indonesia Kirim Pesawat Tempur Patroli di Natuna, Prabowo: Bikin Pangkalan Militer

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved