Putri Kladia Kenang Momen Indah Pacaran dengan Kapten (Anm) Erizal Sidabutar

Hubungan Alm Kapten (Anm) Erizal Sidabutar dengan sang pacar, Putri Kladia, sebelum terpisah selamanya, ternyata cukup intens.

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Dohu Lase
Kekasih Alm Kapten (Anm) Erizal Zuhri Sidabutar, Putri Kladia (kanan) berdiri bersama adik bungsu almarhum, Six Wanda Febrina Sidabutar (kiri) saat prosesi pemakaman berlangsung, Jumat (20/12/2019) di TMP Sidikalang. 

"Waktu itu, saya ditantangnya untuk cepatkan skripsi. Alhamdulillah, sebulan setengah, selesai. Habis itu, dia suruh cari kerja. Belakangan, dia malah suruh resign bulan Desember ini, karena dia pulang juga tanggal 31 Desember," ujar Putri.

Putri kala itu bingung dan Erizal kemudian mengutarakan alasannya menyuruh Putri mengundurkan diri dari pekerjaan.

"Dia bilang, 'Nanti aku pulang, kamu resign, iya. Kan kita mau menikah. Cita-cita kita kan menikah. Jadi, kamu ibu rumah tangga saja, urus anak dan urus suami'," ungkap Putri.

Putri mengatakan, Erizal adalah pria romantis dan suka menggombal.

"Wah, kalau abang, tiap hari selalu gombal. Orangnya romantis sih," ujar Putri.

Kala diminta menyebut satu kata atau kalimat gombalan pamungkas Erizal, Putri enggan memberitahu. "Ah, banyaklah," ujarnya.

Kala disinggung, Putri enggan membeberkan secara detail soal perjumpaan mereka hingga akhirnya berpacaran.

Ia cuma menyebut bahwa Erizal yang pertama kali men-chat dirinya.

"Waktu itu saya langsung bilang, saya butuhnya suami, bukan pacar. Dia kenalan lewat chat. Dikenalkan sama teman dia. Kemudian, dia ajak pergi, ketemuan. Saya bilang, 'Papaku, kalau mau ajak anaknya, harus datang ke rumah'," beber Putri.

"Ternyata dia berani. Jumpa pertama kali di rumah saya. Sebelumnya enggak ada yang berani," ucap Putri sambil tersenyum lebar.

Waktu didekati, Putri mensyaratkan tidak mau pacaran, tetapi dinikahi. Syarat itu pun diamini almarhum.

"Saya bilang soal saya mau serius, enggak mau pacar-pacaran. Dia bilang, tunggu saya selesai tugas," kata Putri.

Menurut Putri, hal yang paling dirindukan dari kepergian Alm Erizal ialah perhatiannya terhadap orang-orang yang ia sayang.

"Yang bikin kita berat ditinggal almarhum ialah karena almarhum orangnya perhatian, penyayang, dan pelindung. Dia enggak pernah khawatir sama dirinya sendiri. Dia lebih khawatir sama keluarga dan orang yang ia sayang," ungkap Putri.

Putri mengaku, pernah sekali, ada orang melecehkan dirinya. Erizal langsung naik pitam dan hendak memberi pelajaran pada orang yang melecehkan tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved