Putri Kladia Kenang Momen Indah Pacaran dengan Kapten (Anm) Erizal Sidabutar

Hubungan Alm Kapten (Anm) Erizal Sidabutar dengan sang pacar, Putri Kladia, sebelum terpisah selamanya, ternyata cukup intens.

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Dohu Lase
Kekasih Alm Kapten (Anm) Erizal Zuhri Sidabutar, Putri Kladia (kanan) berdiri bersama adik bungsu almarhum, Six Wanda Febrina Sidabutar (kiri) saat prosesi pemakaman berlangsung, Jumat (20/12/2019) di TMP Sidikalang. 

Putri Kladia Kenang Momen Indah Pacaran dengan Kapten (Anm) Erizal Sidabutar

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Hubungan Alm Kapten (Anm) Erizal Sidabutar dengan sang pacar, Putri Kladia, sebelum terpisah selamanya, ternyata cukup intens.

Menurut Putri, 'Abang' -panggilan sayang Putri untuk Erizal- selalu ingin dekat. Prajurit Sat Gultor 81 Kopassus itu tak pernah lupa kasih kabar sebelum menuju lokasi tak bersinyal. Begitu ada waktu, pasti menelepon.

"Walau dia tugas, sibuk, dia selalu menghubungi saya sebelum naik heli (helikopter-red) pergi ke mana pun. Selalu menelepon, selalu minta doa. Kalau ada apa-apa, dia selalu minta didoakan dalam salat," tutur Putri saat ditemui Tribun Medan jelang prosesi pemakaman, Jumat (20/12/2019).

Putri mengungkapkan, Erizal berangkat tugas ke Papua tanggal 31 Januari 2019 silam. Periode tugas itu, kata Putri, hingga tanggal 31 Desember nanti.

Mereka terakhir bertemu bulan April lalu, saat Erizal pulang ke Jakarta.

"Yang bulan April itu, dia cuma pulang sebentar. Tiga minggu, terus balik lagi ke Papua," ujar Putri.

Erizal dan Putri pun memanfaatkan masa pulang selama tiga minggu itu dengan menghabiskan waktu berdua. Waktu itu, Putri masih kuliah.

"Di rumah saja, kita sukanya di rumah. Di rumah saya, di Cijantung. Suka masak bareng, kita berdua suka masak soalnya, main-main (senda gurau-red), nonton TV, bersih-bersih rumah, dan banyak lagi. Jalan-jalan ke tempat seru, palingan cuma ke mal," tutur Putri.

Selama di Jakarta, Erizal selalu ingin berdua dengan kekasih hatinya, usai beres kerja.

"Kebetulan di bulan April itu, aku kosong. Kuliah tinggal skripsi. Jadi, itulah momen-momen yang paling sering. Kan selama ini abang sibuk di kesatuan. Itu full selama dia pulang di Jakarta bulan April kemarin, dia menemani saya," sambungnya.

Saat bertemu bulan April itu, Putri pun sempat mengutarakan protes pada Erizal, karena dinilai terlalu sibuk.

"Dia di Papua sering operasi, jadi teleponan sekali-sekali. Sampai saya bilang, 'Kok tim kamu melulu? Baru pulang, sudah balik lagi (kembali ke lokasi medan berat)'," ujar Putri.

Putri mengatakan, ia jatuh hati kepada Erizal, karena hubungan mereka saling membangun. Almarhum selalu memotivasinya, mulai kuliah hingga urusan kerja.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved