Berita Foto: Bonbon Orangutan yang Berhasil Disita, Nyaris Diselundupkan ke Rusia

Bonbon berasal dari BKSDA Bali yang sebelumnya menemukannya hendak diselundupkan ke Rusia.

Berita Foto: Bonbon Orangutan yang Berhasil Disita, Nyaris Diselundupkan ke Rusia - 17122019_translokasi_bayi_orangutan_sumatera_danil_siregar-2.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Seekor bayi Orangutan (pongo abelii) Sumatera berusia 2,5 tahun berada di dalam kandang ketika tiba dari Bali di Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Selasa (17/12/2019). Orangutan bernama "Bonbon" merupakan satwa sitaan upaya penyelundupan oleh seorang warga Rusia yang berhasil digagalkan dan ditranslokasi oleh BKSDA Bali untuk menjalani proses rehabilitasi di karantina Sumatran Orangutan Conversation Program (SOCP) Batumbelin, Sibolangit, Deliserdang.
Berita Foto: Bonbon Orangutan yang Berhasil Disita, Nyaris Diselundupkan ke Rusia - 17122019_translokasi_bayi_orangutan_sumatera_danil_siregar-3.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Seekor bayi Orangutan (pongo abelii) Sumatera berusia 2,5 tahun berada di dalam kandang ketika tiba dari Bali di Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Selasa (17/12/2019). Orangutan bernama "Bonbon" merupakan satwa sitaan upaya penyelundupan oleh seorang warga Rusia yang berhasil digagalkan dan ditranslokasi oleh BKSDA Bali untuk menjalani proses rehabilitasi di karantina Sumatran Orangutan Conversation Program (SOCP) Batumbelin, Sibolangit, Deliserdang.
Berita Foto: Bonbon Orangutan yang Berhasil Disita, Nyaris Diselundupkan ke Rusia - 17122019_translokasi_bayi_orangutan_sumatera_danil_siregar-1.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Seekor bayi Orangutan (pongo abelii) Sumatera berusia 2,5 tahun berada di dalam kandang ketika tiba dari Bali di Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Selasa (17/12/2019). Orangutan bernama "Bonbon" merupakan satwa sitaan upaya penyelundupan oleh seorang warga Rusia yang berhasil digagalkan dan ditranslokasi oleh BKSDA Bali untuk menjalani proses rehabilitasi di karantina Sumatran Orangutan Conversation Program (SOCP) Batumbelin, Sibolangit, Deliserdang.
Berita Foto: Bonbon Orangutan yang Berhasil Disita, Nyaris Diselundupkan ke Rusia - 17122019_translokasi_bayi_orangutan_sumatera_danil_siregar.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas SOCP menjemput bayi Orangutan (pongo abelii) Sumatera berusia 2,5 tahun berada di dalam kandang ketika tiba dari Bali di Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Selasa (17/12/2019). Orangutan bernama "Bonbon" merupakan satwa sitaan upaya penyelundupan oleh seorang warga Rusia yang berhasil digagalkan dan ditranslokasi oleh BKSDA Bali untuk menjalani proses rehabilitasi di karantina Sumatran Orangutan Conversation Program (SOCP) Batumbelin, Sibolangit, Deliserdang.

TRIBUN-MEDAN.COM - Bayi Orangutan (pongo abelii) Sumatera berusia 2,5 tahun berada di dalam kandang ketika tiba dari Bali, di Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Selasa (17/12/2019).

Orangutan bernama "Bonbon" merupakan satwa sitaan upaya penyelundupan oleh seorang warga Rusia yang berhasil digagalkan dan ditranslokasi oleh BKSDA Bali untuk menjalani proses rehabilitasi di karantina Sumatran Orangutan Conversation Program (SOCP) Batumbelin, Sibolangit, Deliserdang.

Bonbon saja menempuh perjalanan jauh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Selasa dini hari. Bonbon berasal dari BKSDA Bali yang sebelumnya menemukannya hendak diselundupkan ke Rusia.

Penyelundupan orangutan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar itu, teridentifikasi melalui proses penelitian di LIPI. Dia mengaku tidak mengetahui bagaimana orangutan dari Sumatera bisa sampai ke Bali. Menurut informasi yang diketahuinya, orangutan tersebut didapatkan oleh warga negara Rusia dari seorang rekannya.

Setelah diberi perawatan intensif dari tim medis dan keeper kondisinya membaik. Tapi masih perlu pendekatan. Dengan orang baru, dia masih agak perlu waktu. Selain trauma dan ketakutan, perut Bonbon kembung sehingga tidak mau makan. Bonbon merupakan sitaan dari penegakan hukum di Bali. Ketika itu, ada koper yang masuk pemeriksaan X-Ray dan mencurigakan. Petugas Avsec kemudian membuka koper tersebut dan ternyata berisi primata. (sir/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved