TEROR HARIMAU - Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau di Depan Istrinya
"Istrinya tertahan di dalam pondok sampai malam tadi bisa dievakuasi, jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga," ujar Martialis.
Ia diterkam harimau ketika sedang kamping bersama rekannya pada Sabtu (16/11/2019).
Selanjutnya Kuswanto (57), petani kopi di Kabupaten Lahat yang tewas diterkam harimau, pada Minggu (17/11/2019).
Terakhir adalah Yudiansah Harianto (40) yang tewas dalam kondisi tinggal tulang seusai diterkam harimau ketika berada di kebun di Desa Bukit Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, pada Kamis (5/12/2019).
Harimau yang Sama
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat BKSDA Sumatera Selatan Martialis Puspito mengatakan Desa Rekimai Jaya, Lahat yang tak jauh dari lokasi kejadian dulunya merupakan kawasan hutan lindung yang jadi habitat harimau.
Namun, seiring waktu berjalan, status hutan lindung dicabut karena desa tersebut berkembang sehingga pemukiman warga pun semakin banyak.
"Lokasi tersebut merupakan habitat harimau, pemukiman yang dekat di sana juga dulunya adalah hutan lindung. Jadi warga yang diserang memang berada di habitat mereka," kata, Jumat (13/12/2019).
Martialis menduga harimau yang menewaskan Mustadi juga diduga merupakan harimau yang sama yang menewaskan Yudiansah Harianto (40) dan Marta Rolani (24).
Dugaan itu muncul dikarenakan wilayah itu merupakan koridor kantong harimau Jambul Nanti Patah dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kikim Pasemah, Lahat.
"Masyarakat di Lahat, Pagaralam dan Muara Enim yang berada di sekitar kawasan hutan lindung diimbau waspada. Karena kawasan tersebut masih satu hamparan sehingga harimau yang pernah menyerang warga berpotensi masih berkeliaran di kawasan tersebut," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Disaksikan Istri, Petani Kopi di Lahat Tewas Diterkam Harimau"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petani-kopi-tewas-diterkam-harimau.jpg)