Ratusan Pengacara Mengamuk, Serang Rumah Sakit dengan Lemparan Batu, Tiga Pasien Tewas

Karena panik, para dokter dan perawat bersembunyi, meninggalkan para pasien, termasuk mereka yang tengah kritis.

EPA Via BBC Indonesia
Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa pengacara 

Ratusan Pengacara Mengamuk, Serang Rumah Sakit dengan Lemparan Batu, Tiga Pasien Tewas

TRIBUN-MEDAN.com - Tiga pasien meninggal dunia setelah ratusan pengacara menyerang sebuah rumah sakit di Lahore, Pakistan, akibat perselisihan dengan para dokter.

Dalam sebuah video, tampak para pengacara menerobos masuk ke dalam bangsal di rumah sakit jantung, memukuli pegawai dan membanting peralatan di sana.

Karena panik, para dokter dan perawat bersembunyi, meninggalkan para pasien, termasuk mereka yang tengah kritis.

Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan kelompok pengacara dan menangkap lebih dari 20 orang di antaranya. Dibutuhkan lebih dari dua jam untuk mengembalikan ketertiban di lokasi, kata pihak berwenang.

Para pengacara sebelumnya berunjuk rasa terkait tuduhan penganiayaan terhadap beberapa kolega mereka oleh pegawai rumah sakit bulan lalu.

Namun pemicu akhir dari aksi kekerasan yang terjadi tampaknya berasal dari sebuah video yang diunggah ke media sosial oleh seorang dokter pada Selasa malam, di mana dalam video tersebut, sang dokter mengolok-olok pengacara.

Polisi bentrok dengan para pengacara yang menerobos masuk rumah sakit untuk mengkonfrontir para dokter.
Polisi bentrok dengan para pengacara yang menerobos masuk rumah sakit untuk mengkonfrontir para dokter. (AFP VIA BBC Indonesia)

Bagaimana awal mula penyerangan terjadi?

Menurut pengelola rumah sakit, lebih dari 200 pengacara yang membawa tongkat menerobos masuk Institut Kardiologi Punjab di Lahore pada Rabu siang.

Pejabat rumah sakit mengatakan para pengacara memaksa masuk melewati penjagaan dan berpencar ke dalam beberapa kelompok, menyerbu berbagai departemen dan bangsal.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, para pengacara - bersetelan jas - membanting peralatan medis dan memecahkan jendela, serta memukuli para pegawai rumah sakit dan pejabat, termasuk menteri informasi Punjab, Fayazul Hasan Chauhan, yang mendatangi lokasi untuk mengembalikan ketertiban di sana.

Mereka juga merangsek ke dalam penginapan para perawat, menghancurkan furnitur di dalamnya dan memukuli beberapa staf di sana, kata seorang pejabat rumah sakit.

Para pengacara juga merusak sejumlah mobil yang terparkir di luar rumah sakit dan membakar setidaknya satu mobil van polisi.

Beberapa dari massa pengacara diduga juga menembakkan senjata api ke udara ketika polisi anti-huru hara turun tangan.

Sumber-sumber dari rumah sakit mengatakan setidaknya tiga pasien - seorang perempuan dan dua laki-laki - meninggal dunia karena dokter yang bertugas tidak bisa memberikan perawatan selama aksi kekerasan terjadi.

Sumber: bbc
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved