PROFIL Royke Tumilaar Direktur Utama Bank Mandiri yang Baru Ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama Bank Mandiri.

Editor: AbdiTumanggor
Bankmandiri.co.id
Royke Tumilaar, Direktur Utama Bank Mandiri 

TRIBUN-MEDAN.Com - Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama Bank Mandiri.

Royke Tumilaar menggantikan pejabat sebelumnya, Kartika Wirjoatmodjo. 

Seperti diberitakan Kompas.com, Senin (12/9/2019), pengumuman resmi dilakukan setelah Bank Mandiri melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (9/12/2019) siang.

Siapa Royke Tumilaar dan bagaimana kariernya di dunia perbankan?

Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar
Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar.|bankmandiri.co.id

Royke merupakan pejabat karier di Bank Mandiri.

Dikutip dari laman resmi Bank Mandiri, Royke Tumilaar bergabung dengan Bank Mandiri pada 1999 melalui Bank Dagang Negara.

Jabatan terakhirnya adalah Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Bank Dagang Negara (BDN) merupakan salah satu bank tertua di Indonesia yang memulai kiprahnya di Batavia pada 1857.

Paska krisis ekonomi 1998, BDN bersama dengan Bank Bumi Daya (BBD), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dimerger menjadi Bank Mandiri.

Pada 2007, Royke dipromosikan menjadi Group Head Regional Commercial Sales I sampai dengan Mei 2010.

Lalu, pada Agustus 2009, Royke merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas.

Pada Mei 2010, ia menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai Mei 2011.

Selanjutnya, Royke diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institution & Special Asset Management Bank Mandiri.

Pada Maret 2019, Royke menjabat sebagai Direktur Corporate Banking Bank Mandiri.

Dari latar belakang pendidikan, Royke meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Manajemen dari Universitas Trisakti pada 1987.

Pendidikan S-2 dijalaninya di University of Technology Sydney dengan meraih gelar Master of Business Finance pada 1999.

Rudiantara Jadi Dirut PLN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga telah menunjuk Rudiantara sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Rudiantara merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika di periode 2014-2019.

“Di antara (calon) semuanya yang capable Pak Rudiantara. Dia kan sudah lama di PLN,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di kantornya, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Arya menambahkan, mulanya Erick Thohir mengajukan tiga nama untuk jadi Dirut PT PLN.

Berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai Akhir (TPA) nama Rudiantara-lah yang terpilih.

“Jadi ada tiga yang dicalonkan, Pak Rudiantara, Bu Inten dan satu lagi bukan dari internal. Yang terbaik dilihat semua dari kondisi sekarang ya Pak Rudiantara,” kata Arya.

Arya menjelaskan, pengangkatan resmi Rudiantara menjadi Dirut PLN akan dilakukan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Namun, dia belum bisa memastikan kapan hal tersebut akan dilakukan.

“Nanti secepatnya akan kita lakukan (RUPS),” ucap dia.

Rudiantara saat masih menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika RI, (TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN)
Foto Rudiantara saat masih menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika RI, (TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN)

Diketahui, Rudiantara pernah menjadi Wadirut PLN pada 2008 lalu.

Saat itu, ia mendampingi Fahmi Mochtar yang ditetapkan sebagai Direktur Utama.

Di PLN Rudiantara berperan besar dalam mencari pendanaan proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt.

Namun pada 2009, melansir dari pemberitaan Kontan, Rudi mundur dari posisinya sebagai Wadirut PLN.

Ia mengundurkan diri dari posisinya sebelum terpilihnya Dahlan Iskan sebagai Dirut baru PLN.

Ketika itu, susunan tubuh PLN dirombak oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar.

Selain mengganti Dirut, Kementerian BUMN sepakat meniadakan posisi Wadirut PLN.

Sebagai informasi, posisi direktur utama PLN saat ini memang kosong.

Tugas utama direktur utama perusahaan setrum negara tersebut saat ini dipegang oleh pelaksana tugas.

Kekosongan terjadi setelah Sofyan Basir ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi pembangunan PLTU Riau -1. (kompas.com/Tribunnews.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved