Saor Siagian: Novel Baswedan Berniat Mengundurkan Diri Begitu Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK

Pengacara Saor Siagian, kuasa hukum penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, buka-bukaan tentang rencana kliennya di KPK

Editor: Juang Naibaho
tribunmedan.com/bobby
Novel Baswedan 

Saor Siagian: Novel Baswedan Berniat Mengundurkan Diri Begitu Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK

TRIBUN-MEDAN.com - Pengacara Saor Siagian, kuasa hukum penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, buka-bukaan tentang rencana kliennya di komisi antirasuah.

Saor Siagian mengungkapkan Novel Baswedan sempat berniat mengundurkan diri dari KPK pasca-terpilihnya Komjen Pol Firli Bahuri sebagai Ketua KPK selanjutnya.

"Ya, beliau sempat berpikir mengundurkan diri. Memang tadinya beliau mau mengundurkan diri begitu Pak Firli menang (terpilih sebagai Ketua KPK)," ujar Saor Siagian, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (7/12/2019).

Namun, Saor bersama rekan-rekan di lembaga anti-rasuah berusaha membujuk dan mendorong Novel Baswedan untuk terus berjuang bagi KPK.

Menurut dia, beban dari kliennya bukanlah kasus penyerangan air keras yang tak kunjung tuntas. Melainkan, eksistensi dari KPK sendiri yang semakin tergerus dengan adanya pengesahan RUU KPK.

"Jadi yang terpenting bagi Pak Novel adalah eksistensi dari KPK ini, bukan semata-mata kasus pribadi. Karena itu kami terus mendorong ke beliau untuk turut berperan dan bertarung untuk menggagalkan revisi UU KPK, mengungkap penyerangan kediaman pimpinan KPK dan kasusnya itu," paparnya.

Saor Siagian mengaku belum bisa memastikan apakah nantinya Novel Baswedan akan benar-benar mengundurkan diri selepas Firli Bahuri dilantik sebagai Ketua KPK pada Desember ini.

"Sekarang sebenarnya beliau (Novel Baswedan) belum memutuskan apakah mengundurkan diri atau tidak. Tetapi niat untuk segera mengundurkan diri itu dipikirkan ulang oleh beliau, atau sedang dalam proses kontemplasi karena kami bujuk," jelasnya.

Kapolda Sumut Beri Petunjuk Pelaku Pembunuh Jamaluddin, Ini Janjinya Sebelum Pindah Kabaharkam

Alung Harahap Ternyata Dibunuh Kekasihnya, Ini Kronologi Pembunuhan Sadis di Kamar Kos Jalan Punak

Istri Hakim Jamaluddin, Zuraida Hanum Diam Usai Diperiksa Polisi, Keluarga Korban Akui Mulai Curiga

Jokowi Panggil Kapolri

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menuturkan bahwa dirinya akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis pada Senin (9/12/2019) sore.

Jokowi hendak meminta laporan perkembangan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

"Sore nanti akan saya panggil," kata Jokowi usai menghadiri pentas drama antikorupsi di SMKN 57, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan keyakinan bahwa pihak kepolisian sudah menemukan pelaku yang menyiram mata kiri Novel dengan air keras.

Hal itu disampaikan Jokowi usai meresmikan tol Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Tangerang Selatan, Jumat (6/12/2019) lalu.

"Saya yakin insya Allah ketemu," kata Jokowi.

Jokowi memang memberi tenggat waktu sampai awal Desember 2019 Polri mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Hal itu disampaikan Jokowi usai melantik Idham Azis sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/10/2019).

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat sore.

Namun Jokowi tak menjawab pertanyaan wartawan apakah ia akan membentuk tim gabungan pencari fakta independen jika target itu tak terpenuhi.

Jokowi juga sebelumnya sempat memberi target ke Kapolri terdahulu, Tito Karnavian, untuk mengungkap kasus Novel dalam 3 bulan.

Target itu diberikan Jokowi pada 19 Juli, setelah tim gabungan pencari fakta yang dibentuk Tito gagal mengungkap kasus tersebut.

Namun hingga tenggat waktu yang diberikan berakhir, kasus Novel belum juga terungkap. Jokowi justru mengangkat Tito Karnavian menjadi menteri dalam negeri.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Saat itu, Novel baru saja menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyiraman air keras ini, mata kiri Novel terluka parah.

BREAKING NEWS: Polisi Tangkap Pembunuh Perempuan di Kos-kosan, Ternyata Orang Dekat

Muncul Lagi Masalah Eks Dirut Garuda Ari Askhara, IKAGI Lapor Menteri BUMN Erick Thohir

Tiga Pegawai Mundur

Sebelumnya, tiga pegawai KPK melayangkan surat pengunduran diri. Begitu pula Penasihat KPK Tsani Annafari, turut mundur dari komisi antirasuah tersebut.

Tsani Annafari menilai mundurnya tiga pegawai KPK karena menolak status ASN merupakan risiko dari pemberlakuan UU KPK hasil revisi.

Tsani Annafari pun mengkritik proses penyusunan UU KPK hasil revisi yang dinilainya minim kajian terutama terkait status ASN bagi pegawai KPK.

"Itu kan salah satu risiko, makanya orang tuh bikin undang-undang perlu kajian akademis. Bikin proposal saja harus bikin kajian dampaknya, apalagi undang-undang, harus ada kajian dampak dan diperhitungkan," kata Tsani Annafari di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (29/11/2019).

Menurut Tsani Annafari, pembuat undang-undang mestinya mempertimbangkan bahwa status ASN dapat berpengaruh negatif pada independensi pegawai KPK.

Ia menyebut UU KPK hasil revisi merupakan produk hukum yang buruk menyusul ramainya gelombang protes atas UU tersebut beberapa waktu lalu.

"Ukurannya gampang saja, banyak menimbulkan kegaduhan hingga menyebabkan banyak yang meninggal. Kalau undang-undang ini baik, harusnya kan disambut," kata Tsani Annafari.

Kendati demikian, Tsani Annafari menegaskan bahwa mengundurkan diri dari KPK merupakan hak setiap pegawai sebagaimana yang berlaku di institusi lainnya.

Namun, ia berharap agar tidak ada lagi pegawai yang mengundurkan diri karena menurutnya KPK membutuhkan orang-orang yang punya komitmen dalam pemberantasan korupsi.

"Kalaupun Anda hanya bagian kecil, katakanlah Anda kerikil, maka jadi kerikil yang memastikan orang-orang berniat jahat kepada lembaga ini, pada amanat rakyat ini, tidak leluasa melakukan pekerjaan mereka," ujar Tsani. (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Novel Baswedan Ternyata Sempat Ingin Mundur Setelah Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK dan Kompas.com dengan judul "Minta Laporan Kasus Novel, Jokowi Akan Panggil Kapolri Sore Ini"

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved