Menunggak Pembayaran hingga Rp 1 Miliar, Listrik PDAM Tirta Malem Diputus PLN
Benar kita memang ada tunggakan ke PLN, jadi pembangkit kita yang di Lau Bawang, aliran listriknya sudah diputus,"
Penulis: Muhammad Nasrul |
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Salah satu dari lima pasokan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem, dikabarkan berhenti beroperasi.
Hal tersebut diketahui, karena PDAM Tirta Malem memiliki tunggakan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Tak tanggung-tanggung, menurut informasi tunggakan yang harus dibayarkan oleh perusahaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo ini, senilai kurang lebih satu miliar rupiah. Tentunya angka ini bukan sedikit, terlebih mengingat perusahaan air ini adalah milik pemerintah daerah.
Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Malem Jonara Tarigan, tak menampik adanya informasi ini. Dirinya mengaku, tunggakan listrik yang belum dibayar ini sudah terjadi sejak bulan April lalu.
"Benar kita memang ada tunggakan ke PLN, jadi pembangkit kita yang di Lau Bawang, aliran listriknya sudah diputus," ujar Jonara, saat ditemui di Kantor PDAM Tirta Malem, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Senin (2/12/2019).
Akibat dari putusnya jaringan listrik ini, pasokan air ribuan pelanggan PDAM Tirta Malem menjadi tersendat. Pasalnya, diketahui pompa air yang diputus ini merupakan pemasok air dengan debit yang paling besar.
Jonara mengaku, dari seluruh pompa air milik PDAM Tirta Malem, tiga di antaranya menggunakan sistem gravitasi. Sedangkan dua lagi, menggunakan tenaga listrik karena harus disedot.
"Ada memang satu lagi sumber air kita yang pakai listrik, cuma enggak terlalu besar. Tapi kalau yang di Lau Bawang itu memang debit airnya paling besar, makanya besar makai listriknya," katanya.
Saat dinyata mengenai penyebabnya, dirinya mengaku pihaknya tidak memiliki dana untuk membayar iuran listrik yang menunggak ini. Hal tersebut, dikarenakan masih adanya tunggakan dari ribuan pelanggan yang jumlahnya diperkirakan mencapai lima miliar rupiah.
"Gimana lagi, kita enggak punya dana untuk bayar. Memang pelanggan itu masih ada tunggakan ke kita sekitar lima miliar rupiah, sejak tahun 2000 itu masih ada yang iurannya menunggak," pungkasnya.
(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/plt-dirut-pdam-tirta-malem-jonara-tarigan.jpg)