Bocah (4 ) Ini Terus Mengigau ‘Ampun Bude’ di Rumah Sakit, Diduga Sering Disiksa Secara Kejam
Orangtua JA berupaya menutupi kasus penganiayaan itu, namun petugas medis mengendus dugaan penganiayaan sehingga berkoordinasi dengan kepolisian.
Seorang Bocah 4 Tahun Terus Mengigau Ampun Bude di Rumah Sakit, Diduga Sering Disiksa Secara Kejam
TRIBUN-MEDAN.com - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah berusia 4 tahun berinisial JA, akhirnya terbongkar.
Orangtua JA berupaya menutupi kasus penganiayaan itu, namun petugas medis mengendus dugaan penganiayaan sehingga berkoordinasi dengan kepolisian.
Pihak medis menemukan indikasi lain tentang kondisi JA, yang semula dibawa orangtuanya ke rumah sakit atas laporan keracunan obat.
Pasalnya, di sekujur tubuh JA penuh dengan luka lebam.
Bocah mungil itu pun terlihat sangat lemas tidak berdaya.
JA diduga sering disiksa secara kejam oleh orang terdekatnya.
Saat ini, JA tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo.
• Heboh Atlet Dipulangkan karena Tak Perawan, Hotman Paris Sebut-sebut Masa Lalu Nadiem Makarim
• Mau Dapat Kartu Pra Kerja Bersaldo Rp 7,6 Juta? Ini Syaratnya, Menko PMK Sebut Dibagikan Maret 2020
• SAH Menikah, Foto Bahagia Citra Kirana dan Rezky Aditya Beredar, Ali Syakieb Unggah Foto Pamer Otot
JA sebelumnya dibawa oleh orang tuanya sejak Selasa (26/11/2019) lalu.
Kepada dokter, orang tua JA mengatakan bahwa anaknya mengalami keracunan obat.
Dokter lantas memeriksa JA dan menemukan fakta lain.
Dokter curiga tentang luka lebam diduga akibat penganiayaan.
Mendapati diagnosis dokter, ibunda JA sempat ingin membawa JA pulang dan tak melanjutnya perawatan.
Namun, dokter yang sudah berkoordinasi dengan kepolisian tak mengizinkan JA dibawa pulang karena masih butuh perawatan.
Temuan luka lebam di sekujur tubuh bocah 4 tahun itu juga dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Gubeng Surabaya, AKP Oloan Manulang.
"Faktanya, kata dokter tidak ada keracunan obat. Yang ada malah justru luka lebam di beberapa bagian tubuh, seperti mata, kemaluan, punggung, tangannya," terang AKP Oloan Manulang Sabutu, (30/11/2019)
Bocah 4 tahun itu kini tengah menjalani perawatan di IRS RSUD dr Soetomo, Surabaya.
Selama dirawat intensif di rumah sakit, JA didapati terus mengigau.
JA beberapa kali mengigau meminta ampun kepada seseorang yang ia panggil bude.
"Korban ini sempat mengigau 'Ampun Budhe' beberapa kali. Menurut dokter demamnya juga tinggi," kata AKP Oloan.
• Kisah Pilu Anak Diperkosa Ayah Tiri dan Disaksikan Ibu Kandung, Mengeluh Sakit tapi Tak Digubris
• LAGI, Laka Maut di Tol Cipali Renggut 6 Nyawa, Dua Anak Meninggal, Avanza Hantam Belakang Truk
Igauan JA seakan menjadi petunjuk bagi pihak kepolisian.
Polisi langsung bergerak untuk menyelidiki kejanggalan yang dialami bocah 4 tahun tersebut.
Bahkan, polisi sudah menerbitakan laporan model A untuk mencegah JA dibawa pulang selama perawatan dan dimulainya proses penyelidikan.
"Sudah kami terbitkan laporan polisi model A," kata Oloan.
Polsek Gubeng Surabaya memastikan akan melakukan penyelidikan terkait laporan dokter sesuai dengan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap JA.
• Buronan Kabur Terjadi Kejar-kejaran dengan Polisi, Mobil Menabrak Pembatas Jalan dan Terbakar
• Pembunuh Hakim Jamaludin Diduga Orang Dekat, Kapolda: Orangnya Tidak Jauh
Polisi Langsung Bergerak
Mendengar korban sempat mengigau meminta ampun kepada seseorang yang ia panggil bude, polisi pun langsung bergerak cepat.
Saat ini, unit Reskrim Polsek Gubeng Surabaya berkoordinasi dengan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk menangani kasus ini.
"Kami koordinasi dengan PPA polrestabes. Masih kami dalami," tandasnya.
Wakapolsek Gubeng AKP Yahudi mengungkapkan, kendati mendapatkan fakta medis jika JA mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya, ibu dari JA memilih tidak membuat laporan polisi.
Alasannya, ibu JA takut terhadap keluarganya.
“Kami sudah meminta ibu korban untuk membuat laporan, tapi malah anaknya itu mau dibawa pulang.
Atas dasar itu kami membuat laporan model A agar korban tetap dirawat dan kami lakukan proses penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.
• Ini Perasaan Anak Barbie Kumalasari Lihat Sang Ibu Terus Dicemooh dan Dihujat, Sebut 1 Nama Artis
• Penjelasan Prilly Latuconsina Disebut Orang Ketiga di Balik Asmara Endy Arfian dan Safira Crespin
Sudah Periksa Dua Saksi
Usai berkoordinasi dengan unit reskrik Polsek Gubeng Surabaya, unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan penganiayaan terhadap JA.
Kanit PPA, Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni langsung menerjunkan anggotanya dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
"Ada dua saksi yang masih kami periksa saat ini, saksi pelapor dan saksi dari rumah sakit," kata Ruth.
Meski demikian, Ruth masih belum dapat memberikan informasi lebih jauh terkait proses pemeriksaan saksi atas laporan dugaan penganiayaan JA.
"Masih kami dalami. Tunggu ya. Yang pasti akan ada beberapa orang lagi yang akan kami periksa sebagai saksi," singkatnya.
(Surya.co.id)
• BREAKING NEWS: Perampok Gondol Emas 1.760 Gram di Batubara, Pemilik Toko Perhiasan Ditembak
• Adu Kambing Yamaha Vixion dan Scoopy, Nurul Faqih Tewas Beberapa Jam Sebelum Diwisuda, Kronologinya
• Buronan Kabur Terjadi Kejar-kejaran dengan Polisi, Mobil Menabrak Pembatas Jalan dan Terbakar
Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Tubuh Bocah 4 Tahun di Surabaya Dipenuhi Luka Lebam, Korban Kerap Menginggau: Ampun Bude
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bocah-4-tahun-disiksa-minta-ampun-bude.jpg)