OVO Disebut Bakar Duit hingga Saham Lippo sebagai Pendiri Susut 70 Persen, Penjelasan Presdir OVO
#OVO Disebut Bakar Duit hingga Saham Lippo sebagai Pendiri Susut 70 Persen, Penjelasan Presdir OVO
Saya juga bekas wartawan itu kan sumbernya anonim.
Sampai sekarang belum ada kepastian rumor tersebut.
Pembicaraan pasti dilakukan, semua perusahaan teknologi secara berkala melakukan fundrising. Itu wajar dan memang seperti itu bisnis model teknologi,” tutur Karaniya.
Sebelumnya Direktur OVO Harianto Gunawan bilang terdapat tiga transaksi paling besar dan menjadi fokus di OVO itu ada transportasi, transaksi e-commerce, dan ritel termasuk food and beverages.
Tak heran untuk transportasi, OVO telah bekerja sama dengan Grab yang juga menjadi decacorn di Asia Tenggara.
Sedangkan untuk transaksi e-commerce OVO telah bekerja sama dengan unicorn Indonesia yakni Tokopedia.
Selain itu, OVO memiliki layanan pinjaman kepada para pengguna dengan menggandeng peer to peer lending Taralite.
Produk ini sudah diluncurkan sejak Mei 2019 lalu.
Sebelumnya, muncul kabar yang menyebut bila Lippo Group akan hengkang dari OVO karena tidak kuat lagi menyuntik dana.
Untuk OVO, Lippo Group harus mengeluarkan biaya 50 juta dollar AS (Rp 700 miliar) per bulan.
Kabar ini pun langsung dibantah oleh Presiden Direktur PT Visionet Internasional (OVO) Karaniya Dharmasaputra.
Menurut Karaniya, OVO adalah perusahaan penyedia layanan keuangan digital yang didirikan, dirintis, dan dikembangkan oleh Lippo Group.
Saat ini, para pemegang saham OVO sudah sangat beragam seiring meningkatnya kinerja OVO pada dua tahun terakhir.
Bahkan dirinya sudah berdiskusi panjang lebar dengan Direktur Lippo Group John Riady, guna mengembangkan OVO ke depan.
Dia mengatakan, beberapa hari terakhir muncul rumor yang sangat merugikan eksistensi OVO dan Lippo Group.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bos-ovo-presiden-direktur-ovo-karaniya-dharmasaputra.jpg)