Ibu Hamil Tua Meninggal, Kerabat Tuding Proses Rujuk RSUD Sidikalang Lambat
Ada belasan jam lamanya Tiar menahan sakit, hingga akhirnya pada Senin (25/11/2019) sekitar pukul 15.40 WIB, Tiar mengembuskan nafas terakhirnya.
"Proses rujuk terkendala, karena rumah sakit rujukan yang punya sarana-prasarana untuk menangani kondisi pasien Tiar, yaitu RSUP HAM, sedang penuh," kata Henry lagi.
Setelah agak lama, petugas ruang bersalin RSUD Sidikalang menemukan RSU Bina Kasih Medan dan langsung memberangkatkan Tiar ke rumah sakit tersebut.
Di perjalanan, Tiar sekarat dan terpaksa dibawa kembali ke RSUD Sidikalang. Pukul 15.40 WIB hari itu, Tiar dinyatakan meninggal dunia.
"Segala upaya maksimal telah kami lakukan untuk menolong pasien tersebut. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Sore ini kami akan mengunjungi keluarga untuk menyampaikan rasa belasungkawa, sekaligus memohon maaf kepada keluarga," pungkas Henry.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, dr Nitawati Sitohang MKes mengaku, sudah mengetahui kasus ini. Menurutnya, yang dilakukan RSUD Sidikalang terhadap Tiar sudah sesuai prosedur standar operasional.
"Soal penanganan yang lambat, memakan waktu lama, barangkali itulah kekurangannya. Namun, soal SOP, menurut saya tidak ada yang dilanggar. Penanganan awal memang harus dilakukan. Tidak bisa pasien dalam keadaan gawat dirujuk, karena potensi meninggal dunia di perjalanan lebih besar dan rumah sakit bisa dipersalahkan," kata Nita.
Di tempat berbeda, Bupati Dairi Eddy Berutu kepada Tribun Medan mengaku prihatin harus kembali mendengar ada warga Dairi yang ditangani RSUD Sidikalang meninggal dunia. Ia berjanji akan memanggil manajemen RSUD Sidikalang untuk mendengar penjelasan, sekaligus mengambil tindakan tegas dan terukur.
"Saya atas nama Pemkab Dairi memohon maaf dan mengucapkan turut berbelasungkawa," kata Eddy. (cr16/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rsud_sidikalang.jpg)