Akhirnya Terkuak Pendiri Masjid Megah di Tengah Hutan Sulawesi, Ini Sosok Juragan Kopi Puang Busli
Fenomena masjid megah di tengah hutan Sulawesi Selatan menjadi pembicaraan para warganet di media sosial.
Akhirnya Terkuak Pendiri Masjid Megah di Tengah Hutan Sulawesi, Ini Sosok Juragan Kopi Puang Busli
TRIBUN-MEDAN.com - Fenomena masjid megah di tengah hutan Sulawesi Selatan menjadi pembicaraan para warganet di media sosial.
Masjid megah itu terletak di kawasan pegunungan dataran tinggi. Letaknya di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulsel.
Sang pendiri masjid megah itu datang menyambangi rumah ibada yang tengah viral tersebut.
Pendiri masjid itu belakangan diketahui bernama Puang Busli.
Puang Busli sudah berusia 70 tahun.
Ia adalah pengusaha kopi asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Ia datang menerima kunjungan Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Gowa.
Pengusaha kopi ini bercerita, masjid itu dibangun dari tahun 2008 lalu.
Tujuan awal pembangunan masjid itu adalah sebagai tempat salat karyawan kebun kopi miliknya.

Puang Busli mengatakan, rencananya masjid yang belum diberi nama ini akan diresmikan pada tahun 2021.
Masjid itu memiliki ornamen yang dipenuhi batuan granit.
Kehadirannya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menunaikan salat.
Bahkan, kata dia, masjid itu juga dimanfaatkan untuk salat Tarawih di bulan Suci Ramadan oleh warga setempat dan pekerja kopi.
“Masjid ini Insya Allah sangat terbuka untuk pengelolaan dan pembinaannya, agar ibadah di dalamnya lebih maksimal,” kata Puang Busli dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (27/11/2019).
Puang Busli memang memiliki kebun kopi di tengah hutan Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan itu.
Kebun kopinya bernama Nirmala Bukit Celebes.

Ia memperkejakan 28 karyawan yang tiap hari bekerja mengolah kebun kopi jenis Arabica ini.
“Alhamdulillah bisa membantu warga desa untuk menjadikannya mata pencaharian,” ungkapnya.
Masjid yang dinamakan warga sekitar sebagai masjid 12 kubah ini ditempuh kurang lebih 2,5 jam dari Kota Makassar.
Pasca viralnya di Media sosial, sang pendiri masjid memilih untuk membatasi komunikasi dengan wartawan ataupun pengunjung.
Pembangunan masjid ini lanjut dia, ikhlas lillahi ta’ala untuk ibadah.
Puang Busli menyayangkan jika disalahtafsirkan untuk tujuan lain, apalagi sampai pada tuduhan radikal.
• Bertemu Siwon Super Junior di Korea, Nagita Slavina Bikin Fans Baper
• Uang Tak Cukup Bayar Denda Larangan Merokok, Sopir Angkot Gadaikan KTP Saat Sidang di Tempat
Gandeng DPD Wahdah Islamiyah Gowa
Puang Busli akan menggandeng dan menjalin kerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Gowa.
Kerja sama itu dilakukan dalam pembinaan jamaah dan pemaksimalan fungsi masjid ini.
Puang Busli pun menyambut baik tawaran DPD WI Gowa, yang akan mengutus Da’i untuk pengelolaan masjid tersebut.
“Alhamdulillah sudah ada perbincangan tadi, dan Insyaallah kami akan mengutus Da’i Wahdah Islamiyah,” tutur Andi Tajuddin, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Gowa.
Tajuddin melanjutkan, Da'i itu secepatnya ke Masjid itu untuk membantu mengaktifkan Taman Pendidikan Alquran (TPA) untuk anak-anak serta majelis taklim untuk warga setempat
Da’i yang akan diutus tambah Andi Tajuddin rencananya juga akan menjadi imam masjid, khususnya menyambut bulan Suci Ramadhan.
“Insya Allah nanti bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) WI Bontolempangan dalam pengontrolan Da’i,” jelas Andi Tajuddin.

Sosok Puang Busli
Nama lengkap pendiri masjid megah di tengah hutan Sulawesi adalah Busli Sakara, dan biasa disapa Puang Busli.
Nama Busli Saraka terkait dengan Djayanti Group, induk perusahaan pengolah kayu lapis (plywood) di Papua dan Maluku.
Juga terkait dengan nama sejumlah perusahaan pemegang konsesi hutan di Papua dan Kalimantan.
Selain mengelola bisnis yang beroperasi beberapa pulau di Indonesia, Busli Saraka juga mengurus organisasi sosial.
• KESAKSIAN Suporter Indonesia Fuad dan Yovan di Malaysia; Dicegat, Ditarik dari Taksi, dan Dipukuli
Pria asal Kabupaten Wajo, Sulsel itu tercatat sebagai Wakil Ketua Departemen Pendanaan Organisasi DPP Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) pada periode kepengurusan tahun 2011 - 2016.
Usahanya tersebar di beberapa pulau. Kebunnya di Gowa, namun Busli Saraka pada saat ini berdomisili di Jakarta.
Dia tercatat sebagai warga Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Inilah Puang Busli, Pendiri Masjid Megah di Tengah Hutan Gowa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/puang-busli-pendiri-masjid-di-tengah-hutan-gowa-sulawesi.jpg)