Tagar GanyangMalaysia Trending Jika Pecah Perang TNI Bisa Penggal Malaysia Dua Bagian!
Tagar GanyangMalaysia Trending Jika Pecah Perang TNI Bisa Penggal Malaysia Dua Bagian!
Mengubah nama yang diakui secara internasional juga akan mempengaruhi perdamaian dan stabilitas, dan tidak kondusif bagi hubungan damai antara Jakarta dan Beijing, katanya.
Namun, Indonesia membalas, bahwa Indonesia memiliki hak untuk memberi nama perairan teritorialnya sendiri, dan bahwa Laut Natuna Utara jatuh ke dalam wilayahnya.
Tetapi walau Indonesia fokus untuk melindungi kepentingannya sendiri di sekitar Kepulauan Natuna, bukan berarti Indonesia ingin menentang China, mengingat minat Jokowi dalam menarik investasi China untuk proyek infrastruktur, menurut laporan oleh lembaga pemikir Australia, The Lowy Institute.
“Terlepas dari retorika Jokowi yang tegas tentang hak-hak maritim, Indonesia telah berusaha memastikan bahwa kampanye melawan penangkapan ikan ilegal tidak menargetkan kapal-kapal China; dan dalam diplomasi regional, pemerintahan Jokowi ingin memastikan untuk tidak menyinggung Beijing,” kata Connelly.
Ini foto foto dan video peresmian Pangkalan TNI Terpadu Natuna:

Peresmian Pangkalan TNI Terpadu Natuna, Selasa (18/12/2018)

Peresmian Pangkalan TNI Terpadu Natuna, Selasa (18/12/2018)

Peresmian Rumah Sakit Integratif Rumah Sakit Dr Yuniarti Wisma Karyani, pendukung Pangkalan TNI Terpadu Natuna.
Tak hanya meresmikan Pangkalan Satuan TNI Terintegrasi Natuna, terbaru, TNI juga membentuk
3 Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan), di mana Kogabwilhan I bermarkas di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan menyandang bintang tiga yang akan berkoordinasi dengan Pangdam atau Danlanal yang ada di wilayahnya.
Saat ini Pangkogabwilhan I dijabat Laksdya TNI Yudo Margono SE MM.
Melansir Puspen TNI, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta rombongan tiba di Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Senin (25/11/2019) dalam rangka meninjau rencana pembangunan Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I.
Rencana pembangunan Markas Kogabwilhan I sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2016, sedangkan pembentukan Kogabwilhan didasarkan oleh Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 2019.
Usai meninjau rencana lokasi pembangunan Markas Kogabwilhan I, di hadapan awak media Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyampaikan akan segera membangun Markas Kogabwilhan I yang berkedudukan di Tanjungpinang.
“Saya sudah meninjau, tempatnya strategis karena langsung menghadap ke laut dan di wilayah ini juga dilewati Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki-1), sehingga tepat apabila Markas Komando berada di Tanjungpinang, dimana dahalu bahwa Kogabwilhan juga pernah ada di sini,” ujarnya.
Terkait pembentukan Kogabwilhan, menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sudah masuk pada Rencana Strategis (Renstra) pada awal tahun 2004, dan baru pada tahun 2019 ini dapat direalisasikan. “Pembangunan Markas Kogabwilhan II berada di Balikpapan dan Kogabwilhan III yang tadinya di Biak kemungkinan akan di pindah ke wilayah Waropen juga akan segera dibangun,” ungkapnya.
Ditambahkan oleh Panglima TNI bahwa untuk penempatan pasukan Kogabwilhan I, poskonya ada di sini dan satuan-satuannya berada di wilayah yang tersebar seperti Kodam I, Armada I dan Koops I.
“Apabila ada penindakan terhadap kegiatan operasi, baik kegiatan Operasi Militer Perang maupun kegiatan Operasi Militer Selain Perang, wilayah tersebut di bawah kendali Kogabwilhan I,” jelasnya.
Panglima TNI juga menjelaskan bahwa pentingnya penempatan Markas Kogabwilahan I di Tanjungpinang - Kepulauan Riau karena wilayah ini berada di tengah-tengah, bisa ke Sabang, ke Ranai atau ke Jakarta, karena wilayah cakupannya mudah dan kebetulan di Tanjungpinang ini ada dermaga , dan pangkalan udara.
“Pesawat tempur dapat mendarat dengan mudah bahkan pesawat angkut berat sekalipun bisa,” ujarnya.
Sejumlah alutsita TNI berada di Natuna dan Kogabwilhan I mulai kapal selam, tiga KRI ukuran besar sekelas Fregat Bung Tomo class dan Korvet Diponegoro class untuk melakukan patroli di perairan Natuna dan laut China Selatan.

Tagar GanyangMalaysia Trending Jika Pecah Perang TNI Bisa Penggal Malaysia Dua Bagian! Kapal Selam Indonesia, KRI Ardadedali 404/@satselhiukencana
Tentu dijadikannya Natuna sebagai pangkalan militer pemukul terdepan TNI di bagian utara Indonesia membuat banyak negara was-was.
Nah dengan kekuatan TNI yang ada di Kogabwilhan I dan Satuan TNI Terintegrasi Natuna, tentu Malaysia tidak berani macam-macam.
Jika berani, TNI bisa memenggal/membelah negara mereka menjadi dua bagian.

Tagar GanyangMalaysia Trending Jika Pecah Perang TNI Bisa Penggal Malaysia Dua Bagian! Posisi geografis Natuna
Posisi Natuna berada ditengah antara Semenanjung Malaysia serta Sabah dan Sarawak.
Maka mau tak mau jika ada pesawat atau kapal laut baik akan dan ke Semenanjung-Sabah & Sarawak, maka harus mendapat clearance dari pihak Indonesia.
Jika Indonesia mau jahat, bisa saja jalur antara Semenanjung- Sarawak diblokade untuk mengurung salah satu wilayah negara Malaysia itu.
Jika nekat terobos tanpa izin maka siap-siap saja terima akibatnya.
sumber: scmp.com/tni.mil.id/kompas.com
#Tagar GanyangMalaysia Trending Jika Pecah Perang TNI Bisa Penggal Malaysia Dua Bagian!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pangkalan-tni-natuna.jpg)