Alami Gangguan Jiwa, Mahasiswa Tingkat Dua Mutilasi Ibu dan Masukkan Tubuhnya ke Lemari Es

Seorang wanita 42 tahun tewas dibunuh dan dimutilasi oleh putranya yang berusia 20 tahun. Bagian tubuhnya kemudian dimasukkan ke lemari es.

facebook
Seorang mahasiswa tingkat dua institut teknologi bunuh dan mutilasi ibunya. Tubuhnya lalu dimasukkan ke dalam lemari es. 

Dia mempelajari sejarah Perancis, dan bersama Profesor Sokolov, sempat menulis sejumlah buku.

Keduanya disebut menikmati mengenakan pakaian zaman dulu.

Ibu Yeshchenko diketahui merupakan polisi dengan pangkat letnan kolonel, dengan ayahnya adalah guru.

Dia mempunyai saudara yang sempat berposisi kiper di tim nasional junior.

Siapa Itu Sokolov?

Para mahasiswanya menggambarkan Sokolov sebagai sosok dosen bertalenta yang fasih dalam berbahasa Perancis, dan menggandrungi Napoleon.

Pria 63 tahun itu juga dianggap "aneh" karena sering memanggil selingkuhannya itu sebagai "Josephine", dan minta dipanggil "Sire (Tuan)".

Dia juga menjadi anggota Institut Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Politik Perancis (Issep) yang menyatakan sudah mencoretnya dari daftar.

"Kami sudah mengetahui horor itu, dan tidak bisa membayangkan dia bisa melakukan aksi sekeji itu," terang Issep dalam pernyataan resmi.

Baik Sokolov dan Yeshchenko yang notabene adalah anak didiknya tersebut disebut menjalin hubungan selama tiga tahun sebelum tewas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Tangan Wanita di Tasnya, Profesor di Rusia Ini Akui Bunuh Kekasih"

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved