Saat Siswanya Dipukuli Teman di Kelas, Guru Santai Main Ponsel Jadi Sorotan, Dilapor Polisi

Viral Siswa SMP Dikeroyok Babak Belur di Kelas, Guru Santai Main Ponsel Jadi Sorotan, Dilapor Polisi

Editor: Salomo Tarigan
Tangkap layar Facebook/Rani Chambas
Saat Siswanya Dipukuli Teman di Kelas, Guru Santai Main Ponsel Jadi Sorotan, Dilapor Polisi 

Sampai patah tulang hidung si anak dan di operasi. Kejadiannya hari selasa tgl 5 november jam sekolah. Lokasi nya Smp negeri di Hangtuah pekanbaru Dan org tua mana yg terima anak nya babak belur di dlm kelas?" tulis akun Facebook Rani Chambas seperti yang dikutip Sosok.ID, Jumat (8/11/2019

Guru tidak melerai

"Apa iya bergurau sampai patah hidung gitu. Kita lihat saja nanti di pembuktian dalam proses hukumnya," terang Muchtar.

Kasus ini, kata Muchtar, sudah diserahkan ke pihak kepolisian.

Laporan dibuat ke Polresta Pekanbaru.

 Pengusaha Sawit Harry (40) Bayar Pelaku Pembunuhan Sanjay Siregar dan Maraden Sianipar, 5 Ditangkap

"Hari Kamis (7/11/2019) dilaporkan sama ibunya (Lala Ila Mila) ke Polresta Pekanbaru. Kita harap kasus ini ditindaklanjuti, supaya tidak terulang lagi," kata Muchtar.

Dia menambahkan, keponakannya saat ini masih dirawat disalah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru. 

"Masih proses penyembuhan setelah jalani operasi hidungnya," sebutnya.

 Terlibat Cekcok, Oknum Polisi Tembak Kepala Sendiri Setelah Tembak Polisi Rekannya, Kapolda Bilang

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) diduga menjadi korban bullying atau perundungan di Pekanbaru, Riau.

Diposting ke media sosial

Kasus bullying itu diposting akun Facebook Rani Chambas, Kamis (7/11/2019) jam 10.31 WIB. Berikut isi postingannya.

Kasus Bullying terjadi lagi...siswa kls 8 smp.. Di keroyok di dlm kelas..sementara bu guru nya ada di dlm kelas...murid nya berantam guru nya sibuk main hp...sampai patah tulang hidung si anak...dan di operasi ..kejadiannya hari selasa tgl 5 november jam sekolah.....lokasi nya Smp negeri di  Hangtuah  pekanbaru

Dan org tua mana yg terima anak nya babak belur di dlm kelas????

 Akhirnya Gubernur Anies Baswedan Bereaksi, Meme Wajah Tokoh Joker, Saling Lapor Ade Armando - Fahira

Coba jika anak sendiri yg di gitukan org???

Karna tdk ada jalan keluar.. Akhirnya pihak keluarga melaporkan kasus ini ke polisi..

Semogaa...tidak ada lagi kejadian2 begini di sekolah.

#mirisaja..

 LOWONGAN CPNS 2019 Terkini, Kejaksaan Buka 5.203 Lowongan untuk 2.000 Lulusan SMA, Nih Posisinya

Korban ponakan si opa pula Anak kk nya  Lala Ila Mila....

Coba jika korbannya anak2 ibu2 atau bpk2..apa diam aja kita?

Postingan itu disertai dua buah foto korban yang sedang dirawat di rumah sakit di Pekanbaru.

Pada wajah korban tampak diperban.

Postingan Rani Chambas yang dilihat Kompas.com, Jumat (8/11/2019) pagi, mendapat 473 like dan 214 komentar.

 LOWONGAN CPNS 2019 Terkini, Kejaksaan Buka 5.203 Lowongan untuk 2.000 Lulusan SMA, Nih Posisinya

 Terlibat Cekcok, Oknum Polisi Tembak Kepala Sendiri Setelah Tembak Polisi Rekannya, Kapolda Bilang

Beragam komentar miris warganet melihat kejadian ini.

"Itu gurunya ko bisa gk perduli oma..keterlaluan jg kl sampe gk tau ad ank berantem ddepan matanya," tulis komentar Ummu Nisa.

"Semoga cepat sembuh ananda. Mba Rani Chambas, sebaiknya diuraikan juga kronologis kejadiannya. Apakah ini telah sering dilakukan shg bisa disebut bullying, atau ini berantem/ keroyokan yg tjd saat hari itu saja," tulis komentar Watri Juwita.

Komentar akun Watri Juwita, dibalas oleh akun Lala Ila Mila, yang disebut ibu korban, yang berprofesi seorang dokter.

 LIGA ITALIA MALAM INI: Jadwal & Link Live Streaming Liga Italia: Inter Milan dan Napoli Bermain

Berikut ini isi komentar Lala Ila Mila.

"Kelender pendidikan sudah 5 bulan berjalan,selama itulah anak saya di buli,di tinju,di pukul,di kompas,dia tidak pernah mengadu kpd guru dan orang tuanya,krn anak saya pendiam dan anak yang baik,dia diancam,orang yg membuly nya bergantian,temannya bernama M (inisial), dari keluarga tidak mampu paling sering menyakiti anak saya,anak itu lebih besar dari anak saya, umurnya 2 tahun lebih tua dari anak saya,dia memang terkenal anak bandel,gurunya udah pada angkat tangan lihat perangai anak ini, anak ini duduk di depan krn bandelnya, meski badannya besar, sementara anak saya duduk di belakang walaupun badannya kecil. semua temannya mengerjakan tugas yg di berikan guru, begitu juga anak saya, tiba2 dia dtg dan meninju anak saya,lalu dia bertanya sakit? dgn polosnya anak saya jawab tidak,lalu dia suruh temannya utk mukul anak saya,tp temannya mukul kepala anak saya pakai kayu,anak saya hanya bisa menahan sakit di kepalanya dan M pun menghantukkan kpl anak saya shg hidungnya patah,anak saya menjerit kesakitan,guru yg mengasih pelajaran itu seolah2 tidak mendengar,setelah temannya ribut melihat hidung anak saya gurunyapun ga ada respon,malah dia diancam,jika di tanya bilang jatuh,jgn bilang di pukuli,jadi siapapun yg bertanya dia tetap bilang jatuh,setelah di bujuk tantenya,baru dia mengaku,selama ini dia amat tersiksa di buat temannya,hati seorang ibu yg mana tdk menangis,saya juga salah,mengajar anak terlalu baik,jangan melawan terutama kpd guru,mulai sekarang saya ajarin anak saya,jika kamu di pukul balas pukul soal nanti itu urusan nanti. Anak saya pernah di buli 2 orang, sd dan smp.apa sih salah saya?,sehingga anak saya jadi bulian teman,apa harus saya ajarin anak saya se ganas harimau?."

(*)

 CARA JITU Menurunkan Berat Badan, Manfaat 7 Sayur: Labu, Asparagus hingga Wortel

 LIGA ITALIA MALAM INI: Jadwal & Link Live Streaming Liga Italia: Inter Milan dan Napoli Bermain

 Akhirnya Gubernur Anies Baswedan Bereaksi, Meme Wajah Tokoh Joker, Saling Lapor Ade Armando - Fahira

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siswa SMP di Pekanbaru Dibully, Korban Sering Diancam dan Uang Jajan Dirampas" dan Sosok.grid.id

Viral Siswa SMP Dianiaya Teman di Kelas, Guru Santai Main Ponsel Jadi Sorotan, Dilapor Polisi

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved