Maulid Nabi Muhammad SAW

Ini 9 Daerah yang Miliki Tradisi untuk Peringati Maulid, Ada Grebek Maulud di Yogyakarta

Tradisi unik dan menarik tersebut memang selalu rutin dilakukan di beberapa daerah tersebut setiap tahunnya.

Editor: Ayu Prasandi
Banjarmasinpost
Baayun Maulid 

Setelah itu, lemang akan dibakar dalam waktu sekitar empat jam.

8. Probolinggo

Tradisi Berebut Gantungan 

Tradisi Berebut Gantungan
Tradisi Berebut Gantungan (kabarpas.com)

Masyarakat Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, masih mempertahankan tradisi unik saat menyambut Maulid Nabi.

Mereka menyiapkan keranjang berisi snack, buah, sandal, sayuran dan barang-barang lain, yang kemudian akan digantung di masjid.

Saat membaca salawat, mereka akan berdiri untuk berebut gantungan tersebut.

Setelah berebut selesai, mereka akan kembali khusyu' membaca salawat.

9. Takalar, Sulawesi Selatan

Maudu Lompoa

Maudu Lompoa
Maudu Lompoa (tribunnews)

Masyarakat di Cikoang, Takalar, Sulawesi Selatan menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan tradisi bernama Maudu Lompoa Cikoang.

Persiapan tradisi itu membutuhkan waktu 40 hari.

Maudu Lompoa Cikoang diawali dengan mandi di bulan Syafar, yang dipimpin oleh para tetua.

Pada hari pelaksanaan, warga akan memakai pakaian adat, berjalan beriringan sambil membawa julung-julung.

Julung-julung itu berisi telur hias, ayam, beras dimasak setengah matang, beras ketan, mukena, serta barang-barang lain kain khas Sulawesi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com dengan judul Tradisi Memperingati Maulid Nabi di Berbagai Daerah, Mulai dari Grebek Maulud hingga Maudu Lompoa

Sumber: Tribun Palu
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved