Begini Siasat Licik Bahar Bunuh Ayah Kandungnya, Pulang dari Bali Cuma untuk Bunuh Surono

Tersangka Bahar Mario (25), yang menjadi pelaku pembunuhan ayah kandung di Jember, Jawa Timur, ternyata punya catatan kriminal di Kepolisian.

Editor: Juang Naibaho
Surya.co.id/Sri Wahyunik
Bahar (baju oranye sebelah kanan) dan Busani (kiri) tersangka pembunuhan Surono saat rilis di Mapolres Jember, Kamis (7/11/2019). 

TRIBUN MEDAN.com - Tersangka Bahar Mario (25), yang menjadi pelaku pembunuhan ayah kandung di Jember, Jawa Timur, ternyata punya catatan kriminal di Kepolisian.

Bahar Mario bersama ibunya, Busani, kini telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Surono, yang jasadnya dicor di musala dalam rumahnya.

Jauh sebelum pembunuhan keji ini terungkap, Bahar Mario pernah melakukan kejahatan yang membuatnya harus dipenjara.

Bahar Mario juga membuat siasat licik untuk mengaburkan kejahatan yang dilakukannya.

Inilah daftar kekejaman Bahar Mario yang dirangkum surya.co.id.

1. Pulang ke Rumah Cuma untuk Membunuh Ayahnya

Bahar Mario diketahui sudah berkeluarga tapi masih tinggal di rumah orang tuanya, di Dusun Juroju Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo, Jember.

Suatu malam di bulan Maret 2019, Bahar pulang ke rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB setelah bekerja di Bali. Kepulangannya itu untuk membunuh sang ayah.

Niatan jahat Bahar ini dipicu sakit hati kepada Surono yang hanya memberinya uang sedikit dari hasil penjualan kopi serta tudingan sang ayah berselingkuh dengan wanita lain.

Busani menyambut kepulangan anak keduanya itu. Tak lama setelah di rumah, Bahar mendatangi Surono yang sedang tidur di kamar depan rumah bagian barat.

Ketika Bahar datang, Busani tidur di kamar rumah sisi timur, sedangkan Surono ada di sisi barat. Saat Surono tidur itulah, Bahar memukulnya memakai linggis. Wajah bagian kiri Surono mengalami luka parah, dan terjadi pendarahan hebat.

Busani membantu sang anak, dengan mematikan lampu di depan rumah yang berada di dekat kamar Surono.

"Korban S juga memiliki riwayat sakit pernafasan. Luka berat ditambah riwayat penyakitnya itulah yang diduga menjadi penyebab kematian dia," ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat rilis di Mapolres Jember, Kamis (7/11/2019).

Surono tewas akibat pukulan linggis itu. Bahar bersama Busani kemudian menggotong mayat Surono ke belakang rumah itu. Bahar menggotong bagian atas, sedangkan Busani memegangi kakinya.

Saat menggotong itu, Busani melepaskan gotongannya karena diduga tidak kuat. Akhirnya Bahar menyeret tubuh sang ayah ke bagian belakang rumahnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved